Kompas.com - 18/01/2022, 15:57 WIB
Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng (kiri) didampingi jajaran pimpinan ITS mendengarkan penjelasan sistem kerja alat oleh Dr Dhany Arifianto ST MEng (kanan) Dok. Humas ITSRektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng (kiri) didampingi jajaran pimpinan ITS mendengarkan penjelasan sistem kerja alat oleh Dr Dhany Arifianto ST MEng (kanan)

KOMPAS.com - Memutus rantai penyebaran Covid-19 dapat dilakukan melalui deteksi dini terhadap orang yang menunjukkan gejala, salah gejala yang umum timbul ialah batuk.

Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginovasikan alat diagnosis kesehatan "elBicare Cough Analyzer" yang dapat melakukan pemetaan penyakit menular Covid-19 melalui batuk berdasarkan suara paru-paru.

Tim yang diketuai oleh Dr Dhany Arifianto ini berhasil merancang alat kesehatan yang mampu mendeteksi penderita Covid-19 tanpa harus melakukan kontak langsung.

Menurutnya, elBicare Cough Analyzer yang diimplementasikan di rumah sakit mampu memberikan perlindungan awal bagi tenaga kesehatan yang rentan tertular Covid-19 dari pasien.

Baca juga: Beasiswa Penuh S2 ke Taiwan 2022, Tunjangan Rp 7,8 Juta Per Bulan

“Inovasi ini tak hanya dikembangkan untuk menangani pandemi saat ini, namun juga ditujukan untuk penyakit pernapasan yang menular lainnya,” ujar dosen Departemen Teknik Fisika ITS, seperti dilansir dari laman ITS, Selasa (18/1/2021).

elBicare Cough Analyzer saat merekam hasil input audio Dok. Humas ITS elBicare Cough Analyzer saat merekam hasil input audio

Suara batuk dibedakan ke dalam dua kategori

Dhany menjelaskan bahwa elBicare Cough Analyzer dilengkapi dengan mikrofon bersensor tipis dan kecil yang berguna untuk menangkap suara di sekitar alat.

Suara yang masuk selanjutnya akan dianalisis, apakah termasuk suara batuk atau bukan oleh algoritma pada prosesor alat yang telah dirangkai tim peneliti.

“Daya jangkau tangkapan suara oleh alat ini mencapai 10 meter,” tambah Kepala Pusat Penelitian Internet of Things dan Teknologi Pertahanan ITS ini.

Ia menuturkan bahwa suara batuk akan diklasifikasikan lagi ke dalam dua kategori, yaitu batuk yang terindikasi Covid-19 dan non-Covid-19.

Batuk yang dikategorikan sebagai batuk non-Covid-19 pun akan dideteksi lagi penyebabnya, misalnya batuk normal, batuk gejala tuberkulosis (TBC), bronkitis, dan gejala lainnya.

Baca juga: ITB Ciptakan Bensin dari Minyak Kelapa Sawit, Sukses Uji Coba

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.