Kompas.com - 17/01/2022, 11:15 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Di era industri digital di Indonesia yang makin berkembang, pemerintah medorong penyebaran startup yang lebih banyak.

Dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) juga berusaha meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam membangun startup.

Institut Pertanian Bogor (IPB) termasuk perguruan tinggi yang terus mendorong para sivitas akademika-nya untuk terus berkarya dengan membangun startup.

Hasilnya, ada tujuh pra-startup produk inovasi IPB University yang berhasil memperoleh pendanaan dari Kemendikbud Ristek dalam program pra-startup perguruan tinggi tahun anggaran 2021/2022.

Baca juga: Ikut SNMPTN 2022? Intip Prodi Paling Diminati di Undip

Inovasi perguruan tinggi dapat dirasakan manfaatnya

Program yang semula bernama Program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) ini diberikan sebagai stimulus untuk mendorong lahirnya startup dari hasil riset dan inovasi perguruan tinggi melalui layanan pra-inkubasi dari inkubator.

Ketujuh pra-startup yang lolos didanai ini merupakan binaan yang dibina Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) IPB University.

"Masing-masing pra-startup memiliki Chief Innovation Officer (CIO) yang merupakan dosen atau inovator IPB University yang memahami teknologi yang dikembangkan. Serta Chief Executive Officer (CEO) yang menjalankan pra-startup dan pengembangan teknologinya," kata Kepala Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) IPB University, Prof. Erika B Laconi seperti dikutip dari laman IPB, Minggu (16/1/2022).

Prof. Erika menyampaikan, tujuan utama dari inovasi IPB University ini adalah untuk mendekatkan dan mendorong hasil-hasil inovasi dari perguruan tinggi yang memiliki nilai komersial untuk dihilirisasi dan dirasakan manfaatnya bagi pengguna atau masyarakat.

Baca juga: Dokter RSND Undip: Ini Keluhan Mata pada Lansia dan Tips Menjaganya

Produk bisa diterima oleh pasar

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University ini menambahkan, program ini memiliki output berupa prototipe produk.

"Namun produk ini telah memiliki nilai komersial sehingga diharapkan para CEO dapat fokus menjalankan usaha dan pengembangan produknya hingga dapat diterima oleh pasar," ungkap Erika.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.