Kompas.com - 13/01/2022, 15:12 WIB
Telkom University Dok. Tel-UTelkom University

KOMPAS.com - Metaverse kian populer sejak Facebook Inc akhirnya melakukan perubahan nama menjadi "Meta". Perubahan nama ini diumumkan langsung oleh pendiri sekaligus CEO perusahaan, Mark Zuckerberg, dalam konferensi tahunan Connect yang digelar Oktober tahun lalu.

Nama Meta Inc diambil dari istilah Metaverse. Menurut Mark, Metaverse akan menjadi dunia virtual 3 dimensi yang dapat dimasuki oleh manusia menggunakan teknologi virtual reality (VR) dan augmented reality. Bahkan, disebut-sebut berhubungan juga dengan blokchain dan aset kripto.

Prediksinya, di Metaverse manusia akan beraktivitas dan bersosialisasi dengan sesama secara virtual. Teknologi metaverse membuat aktivitas dan sosialisasi menjadi tak lagi terbatas oleh jarak dan ruang. Termasuk di dunia pendidikan.

Baca juga: 5 Jenis Pekerjaan Paling Dibutuhkan di Metaverse, Mahasiswa Harus Tahu

Memperkuat kolaborasi antar kedua institusi dalam pengembangan teknologi Metaverse yang kian ramai diperbincangkan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan ke Telkom University, Rabu (12/1/2022).

Plt. Kepala Pusat Riset Informatika BRIN, Didi Rosiyadi menyampaikan bahwa pengembangan Metaverse sudah harus segera dilakukan, mengingat implementasi teknologi ini begitu luas nantinya, seperti pembelajaran mahasiswa secara virtual misalnya.

“Metaverse nampaknya sudah menjadi media baru yang perlu kita pelajari dan persiapkan bersama. Kami pikir Tel-U merupakan salah satu partner terbaik dalam mempelajari teknologi ini, semoga ke depannya kita bersama mampu menelurkan karya metaverse yang baik bagi negeri,” ungkap Didi seperti dilansir dari laman Telkom University, Kamis (13/1/2022).

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerjasama Tel-U, Rina Pudji Astuti menyampaikan, Tel-U memiliki banyak fasilitas yang dapat digunakan bersama untuk pengembangan Metaverse.

“Tel-U memiliki beberapa Research Center dan Laboratory yang siap pakai dan sudah tersedia. Tentu fasilitas tersebut bisa kita gunakan bersama untuk mengembangkan Metaverse. Kami harap kerja sama ini ke depannya bisa menjadi manfaat dan kontribusi bagi negeri,” ungkap Rina.

Baca juga: 10 Pekerjaan yang Bakal Naik Daun di Indonesia 5 Tahun Mendatang

Usai melakukan diskusi, rombongan BRIN melakukan kunjungan pada beberapa fasilitas pengembangan Metaverse, antara lain Lab Telecom Infra Project (TIP), Advanced Intelligent Communications (AICOMS), Bandung Techno Park (BTP), dan Telkom University Creative Center (TUCC).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.