Kompas.com - 09/01/2022, 17:53 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Di era digitalisasi, bermain suatu game tidak hanya dilakukan sebagai hiburan semata. Game saat ini sudah ada kompetisi resmi dan sering disebut dengan istilah esport.

Mendukung keberadaan esport di Indonesia Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) resmi melakukan penandatangan kerja sama dengan PT LX Internasional Indonesia, Asosiasi Game Indonesia (AGI), serta Cipta Karsa Adikarya (CAKRA).

Kerja sama ini dilaksanakan guna mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang industri game.

Baca juga: Masuk 10 Besar Kampus Paling Lestari, Ini Upaya UII Jaga Lingkungannya

Dirjen vokasi beri tantangan buat 5-10 game

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto mengatakan, dengan terjalinnya kerja sama tersebut merupakan sebuah komitmen dari pendidikan vokasi untuk mengajak industri agar terlibat dalam link and match dengan pengembangan ekosistem pendidikan vokasi.

"Industri itu mau berpartisipasi terlibat dengan teaching factory. Ujungnya, ya, bikin games. Kerja sama ini kita padukan dengan berbagai program yang ada di Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi dan Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan," urai Wikan seperti dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Minggu (9/1/2022).

Wikan memberikan tantangan untuk minimal bisa menghasilkan 5 sampai 10 games. Sementara itu Direktur PT LX Internasional Indonesia, Michael Choi yang telah menganalisa seiring berkembangnya industri digital dan game, diperkirakan Indonesia dalam waktu yang akan datang tentu memerlukan SDM unggul di bidang industri game.

"Memang tujuan kerja sama kami di bidang pendidikan ingin menciptakan coding engineer untuk masa depan Indonesia," tutur dia.

Baca juga: United Tractors Buka Lowongan Kerja bagi Fresh Graduate, Buruan Daftar

Indonesia butuh 15 juta coding engineer

Menurut analisa pihaknya, dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, Indonesia akan memerlukan 15 juta coding engineer.

Michael menambahkan, pihaknya juga telah melakukan uji coba selama setahun bersama SMK-SMK khususnya yang ada di wilayah Jawa dalam mengembangkan industri games.

"Melalui uji coba 1 tahun itu kami mendapatkan banyak hal luar biasa dengan siswa SMK yang bertalenta," imbuh Michael.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.