Kompas.com - 05/01/2022, 14:06 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Setelah resmi diterbitkan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPPKS), banyak perguruan tinggi sudah membuat langkah nyata.

Selain membuat satuan tugas (satgas) PPKS sesuai Permendikbud 30 tersebut, banyak kampus juga berkomitmen melindungi korban kekerasan seksual.

Penanganan yang fokus terhadap korban ini dinilai penting karena selama ini masih banyak penyintas yang enggan melaporkan kejadian yang menimpanya.

Beberapa alasan dari para penyintas enggan melapor karena ada tekanan oleh lingkungan sekitar, hingga ancaman dari pelaku yang memiliki kekuasaan lebih tinggi. Melalui tim pendamping yang telah dibentuk berdasarkan Permendikbud Nomor 30 tahun 2021, penyintas tak perlu ragu untuk melaporkan pelaku.

Baca juga: Dirjen Vokasi: Salah Pilih Prodi Efeknya Sepanjang Hidup

Bantu penyintas kekerasan seksual melalui Help Center Unair

Ketua Help Center Unair Liestianingsih D. Dayanti menerangkan, pada lingkup Universitas Airlangga (Unair), penyintas dapat menghubungi Help Center Unair sebagai lembaga pendamping melalui akun Instagram @help_centerunair.

Penyintas juga bisa menghubungi melalui telepon Whatsapp di 081615507016, atau dengan mendatangi kantor administrasi Help Center Unair yang terletak di gedung Student Center lantai satu, kampus C UNAIR Surabaya.

"Sebelum ditunjuk sebagai lembaga pendamping, Help Center Unair sudah berpengalaman menjadi konselor bagi mahasiswa,"  kata Liestianingsih D. Dayanti seperti dikutip dari laman Unair, Rabu (5/1/2022).

Menurutnya, penyintas dapat menceritakan kejadian yang terjadi kepada tim di Help Center Unair dengan juga membawa bukti-bukti yang mendukung.

"Walaupun kejadiannya sudah lama, bukti-buktinya harap disimpan, karena akan sangat membantu untuk prosesnya," ungkapnya.

Baca juga: LTMPT: Selain Nilai Rapor, 2 Hal Ini Berpengaruh di SNMPTN 2022

Didampingi konselor

Setelah laporan diterima, lanjutnya, akan ada konselor yang mendampingi penyintas dan memastikan kesehatan mental penyintas dalam kondisi baik.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.