Kompas.com - 02/01/2022, 17:22 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Indonesia dikenal sebagai negara agraris dan sebagian penduduknya banyak yang bekerja di bidang pertanian.

Namun belakangan ini profesi sebagai petani justru dipandang sebelah mata. Pasalnya profesi ini dianggap tidak bisa menghasilkan banyak pundi-pundi rupiah.

Padahal jika bisa mengelola dengan baik, bidang pertanian bisa menjadi prospek bisnis yang menjanjikan. Selain itu Indonesia juga memiliki potensi untuk maju dan mengembangkan bidang pertanian.

Baca juga: Webinar Unpad: Ini Alasan Wayang Golek Makin Diperhatikan Masyarakat

5 juta petani kecil hilang

Kepala Pusat Studi Agraria Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Eka Yulian menyampaikan, terkait reforma agraria, pemerintah baru melampaui target dalam hal legalisasi aset.

"Akan tetapi kaitannya dengan redistribusi aset, baru mencapai sekitar 29,33 persen," kata Bayu seperti dikutip dari laman IPB, Minggu (2/1/2021).

Menurutnya, banyaknya konflik yang disebabkan reforma agraria hampir merata di seluruh Indonesia. Yang paling besar berasal dari sektor perkebunan.

Dia mengungkapkan, saat ini ada kecenderungan persawahan di desa mengalami penurunan.

"Data menunjukan sektor perkebunan paling tinggi. Dari data sensus pertanian tahun 2003 hingga 2013, ada 5 juta petani kecil hilang. Para petani tersebut beralih profesi ke sektor informal di luar pertanian dan usaha-usaha industri dan jasa," imbuhnya.

Baca juga: PT Petrosea Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan SMK, D4/S1, Cek Infonya

Menurut Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Ernan Rustiadi, penguasaan lahan pertanian oleh petani gurem di Indonesia berada di bawah rata-rata negara Asia lainnya, yang karakteristik pertaniannya dikuasai small holder farmer.

Di Jepang, penguasaan lahan pertanian oleh petani minimal 2.5 hektar. Demikian juga di Thailand. Sehingga Thailand yang produktif sawahnya hanya di bawah tiga ton per hektar.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.