Kompas.com - 01/01/2022, 11:23 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Berawal dari keresahan terhadap banyaknya produk madu murni palsu, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuat brand madu murni sendiri bernama "Neebee".

Pendiri itu bernama Mochammad Nibraasuddiin Aley Z. Dia adalah mahasiswa program studi (Prodi) S1 Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS.

Baca juga: 10 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia Versi QS WUR 2021-2022

Dari jualan madu, dia berhasil meraup keuntungan puluhan juta di tahun pertamanya.

Lalu bagaimana dia melakoni bisnisnya? Berikut pengalaman yang dijalankannya ketika merintis bisnis madu.

Nibras mengungkapkan, Neebee didirikan tidak sekadar untuk kepentingan bisnis, tapi juga sebagai perwujudan niat mulia agar masyarakat secara mudah mendapatkan produk madu murni yang berkualitas tanpa khawatir tertipu.

"Madu sudah disebutkan di dalam Al Quran Surat An Nahl 69. Janji Allah akan hasil produksi lebah itu adalah obat dari segala penyakit, tapi malah banyak produk di pasaran hingga kelas produsen besar membuat ragu banyak orang," kata dia melansir laman UNS, Sabtu (1/1/2022).

Nibras menceritakan, Neebee sudah didirikan sejak tanggal 1 Oktober 2020.

Brand madunya berhasil berkembang sebab Nibras berhasil menggandeng sepasang suami-istri sebagai investor.

Saat ditanya mengenai bagaimana cara Nibras mendapatkan investor, ia mengatakan hal ini bermula saat dirinya menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci.

"Modal dapat dari investor, berkenalan dengan orang-orang baik yang bisa dipercaya. Ketemu waktu umroh dan kami sekamar, banyak ngobrol akhirnya klop. Di Malang ketemu lagi dan akhirnya akrab, habis itu baru cerita bisnis. Alhamdulillah ideku dilirik, akhirnya bisnisnya jalan," ucap Nibras.

Dia mengaku, investor yang menyuntikkan modal untuk bisnis madunya juga membantu dalam pemilihan nama brand.

Baca juga: Tambah 1 Guru Besar, Rektor UNS: Kado di Akhir Tahun

Sebelum dipilih nama Neebee, investor sempat mengusulkan nama "Nibi". Nama ini diambil dari nama depan "Nibras" dan "bi" yang merupakan pelafalan dari "bee".

Tapi, seiring perjalanan waktu, dia merasa penamaan Neebee lebih cocok daripada Nibi. Dan, nama ini terus digunakan hingga sekarang.

"Berawal dari celetukan di mobil bersama investor. Awalnya, saya cerita tentang ketertarikan saya di dunia permaduan, karena banyaknya madu yang dipalsukan, sampai madu itu sendiri terdiskriminasi," ujarnya.

Awal mula bisnis madu

Setelah perbincanganya dengan investor, Nibras lantas melakukan riset pada tanggal 9 September 2020 dan mendatangi salah satu peternak lebah yang disebutnya sudah berpengalaman selama puluhan tahun.

Dia juga meminta referensi dari beberapa orang dan menggali informasi melalui internet agar pengetahuan seputar bisnis madu terus bertambah.

Nibras menjelaskan, pasokan madu brand-nya turut disuplai oleh peternak lebah. Sedangkan, untuk desain kemasan, Nibras merancangnya sendiri.

Walau merintis Neebee tidaklah mudah, Nibras mengaku senang dan bersyukur.

Baginya, menjalankan bisnis ini sama dengan memberikan edukasi seputar manfaat madu di dalam Al Quran kepada konsumen.

"Saya paling senang itu bertransaksi dengan Allah, dalam bentuk apa pun itu. Salah satu contohnya untuk mengedukasi masyarakat 4 produk keluaran lebah, seperti propolis, royal jelly, bee pollen, madu yang sudah tertera di dalam Al Quran," tambah dia.

Dia menyatakan, edukasi yang diberikan kepada konsumen termasuk penjelasan seputar madu murni, madu mentah, dan membantu memberikan treatment.

Baca juga: Biaya Kemoterapi Mahal, Dosen Vokasi Undip Kembangkan Jahe Antikanker

"Dengan madu ini saya bisa banyak berbagi pada orang-orang tentang produk alami yang bermanfaat dan memberi solusi," jelas dia.

Nibras menjelaskan, pemasaran Neebee dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari sistem door to door, WhatsApp, Instagram, Facebook, open mitra reseller, dan toko online.

Tidak hanya itu, dia juga menyediakan etalase di rumahnya untuk memfasilitasi konsumen yang ingin berkunjung.

Tantangan jalani bisnis madu

Setiap bisnis tentu memiliki tantangannya masing-masing. Hal inilah yang juga dirasakan Nibras saat merintis Neebee.

Meski berhasil menggaet investor, dia mengungkapkan omzet pada tiga bulan pertama cukup rendah.

Setelah itu, omzet Neebee mulai naik di bulan keempat dan tren positif ini terus berlanjut hingga penghujung 2020 dan omzet yang didapat mencapai puluhan juta.

Dari omzet ini, Nibras memanfaatkannya untuk investasi aset, membeli perangkat elektronik, dan tabungan persiapan menikah.

Saat ditanya mengenai rencana ke depan, dia mengatakan akan membuka sejumlah program agar produk bisnis madu yang dikembangkannya bisa semakin dikenal masyarakat dan dirasakan khasiatnya.

"Alhamdulillah senang banget bisa bantu orang makin sehat, bugar, juga makin cantik dan tampan. Aku fitness juga sejak 3 bulan lalu. Karena rencana ke depan aku mau coaching banyak orang biar hidup sehat dan bisa mengeluarkan performa terbaik dalam hidupnya, terutama untuk ibadah," tegas dia.

Baca juga: UNS Kukuhkan Guru Besar Termuda Usia 37 Tahun

Selain bisnis madu, Nibras juga tengah bekerja sama dengan salah satu produsen collagen untuk menambah produknya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.