Kompas.com - 28/12/2021, 11:56 WIB

KOMPAS.com - Alumnus Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB University, Deni Nurhadiansyah berbagi kisah dan strateginya sukses berbisnis beras.

Deni, pendiri CV Sari Bumi Nusantara mampu memproduksi 1.500 ton beras premium per bulan yang tersebar wilayah pemasaran Jawa Madura dan Bali.

Mulanya, bisnis beras tersebut ia rintis dengan ketidaksengajaan, karena dasar usahanya adalah menanam padi khususnya varietas ketan.

Di tengah perjalanan berbisnis ketan, ada senior dari IPB University yang minta bantuan dicarikan katul (dedak) untuk pakan ternak.

Baca juga: Cerita Mahasiswa Bangun UMKM dan Tingkatkan Omzet di Momen Nataru

“Karena diminta bantuan akhirnya saya keliling pabrik-pabrik di sekitar tempat tinggal mencari dedak. Seiring berjalannya waktu, dari mulai belasan sampai puluhan pabrik saya kunjungi. Dari mulai pabrik sederhana sampai dengan pabrik modern. Dari kunjungan-kunjungan seperti inilah saya mendapatkan banyak pengalaman serta ilmu bagaimana membuat beras yang baik,” jelasnya seperti dirangkum dari laman IPB, Selasa (28/12/2021).

Deni bercerita kalau pilihan profesi sebagai pengusaha adalah pilihan yang riskan bila tak dijalani dengan sungguh-sungguh.

“Sangat mudah sekali tergelincir. Oleh karena itu perlu sekali sikap rendah hati, mau belajar dan tentu saja amanah. Karena bisnis ada naik serta turunnya, maka seringkali yang kita prioritaskan adalah bagaimana menjaga rantai bisnis selalu lancar dibandingkan dengan mengejar margin," tuturnya.

Menurutnya, kondisi pandemi telah membuat banyak perubahan dalam rantai pasok beras. Ketika industri yang biasanya supply ke pasar, sekarang bisa langsung ke user (konsumen).

"Dalam kondisi seperti ini strateginya adalah menjaga kapasitas produksi sambil mengembangkan pasar yang baru dengan spesifikasi produk sehingga rantai penjualan bisa tetap jalan dan berkembang," ungkapnya.

Baca juga: Cerita Lulusan SMK Buka Bisnis Kuliner Beromzet Rp 150 Juta Per Bulan

Dalam wawancaranya, Deni berpesan untuk mahasiswa untuk banyak menimba ilmu untuk selanjutnya membangun kampung halaman.

"Nanti jika kalian sudah cukup bekalnya, kembalilah ke kampung karena kalian adalah putra terbaik daerah. Sumber daya manusia terbaik untuk mengembangkan daerah adalah kalian," sarannya.

Ia juga meminta lulusan agar menghapus anggapan bahwa bekerja di daerah tak bisa jadi orang sukses.

"Jangan takut tidak bisa sukses di kampung, karena sejatinya di kampung banyak sekali ruang yang harus diisi oleh manusia-manusia cerdas, berdedikasi serta baik seperti adik adik semua," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.