Kompas.com - 28/12/2021, 10:10 WIB
Media audio Visual buatan dosen UB DOK. UBMedia audio Visual buatan dosen UB

 

KOMPAS.com - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekolah dilaporkan membawa risiko penyebaran Covid-19 di berbagai daerah. Kondisi ini sangat perlu diwaspadai seiring kemunculan varian baru Omicron yang diklaim lebih mudah menular.

Menurut dua peneliti dari Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya (UB), sekolah perlu menyiapkan media audio visual sebagai upaya antisipasi.

Fariza Yuniar Rakhmawati, dan Abdul Wahid, memberikan solusi berupa media protokol kesehatan dalam lingkup sekolah melalui audio visual sebagai upaya antisipasi munculnya klaster sekolah.

Baca juga: SKB 4 Menteri Disesuaikan, Ini Aturan Baru Sekolah Tatap Muka 2022

"Dengan menggunakan teknologi animasi 2 dimensi dan disertai dengan visualisasi dan penjelasan yang mudah dimengerti membuat video panduan dalam kerangka program pengabdian masyarakat yang berlandaskan himbauan IDAI ini dapat menambah pemahaman mengenai antisipasi penyebaran kasus covid-19 di lingkungan sekolah”, ujar Fariza,dilansir dari laman UB.

Bekerja sama dengan Andalusia Kids, tayangan ini dapat disaksikan melalui akun instagram andalusia_kids.

Ia juga menambahkan banyaknya kasus positif Covid-19 di lingkungan sekolah yang mengadakan PTM terbatas membuat orangtua, siswa, dan pihak sekolah untuk lebih peduli dalam menerapkan protokol kesehatan.

Beberapa hal, menurut Fariza yang perlu disiapkan untuk menuju PTM terbatas agar meminimalisir penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah. Antara lain selalu disiplin menjaga protokol kesehatan, memastikan anak dan anggota keluarga sehat sebelum memberikan izin PTM, memastikan anak mengenali dan melaporkan jika orang di sekitar mengalami gejala Covid-19.

Baca juga: Mulai 2022, Ada Kurikulum Baru yang Bisa Dipilih Sekolah

“Orangtua juga harus memastikan bahwa anak tidak dalam kondisi sakit, jika menunjukkan gejala covid-19 segera lakukan isolasi mandiri. Selain itu juga selalu memeriksa persediaan masker, hand sanitizer, air minum dalam botol, dan bekal makanan, pastikan juga anak tidak saling bertukar barang pribadi,” ujarnya.

Tidak selesai sampai di situ, menurut Fariza, orangtua harus memastikan pula kendaraan sekolah aman dari penyebaran covid-19, serta memahami rancangan PTM dan mitigasi sekolah jika ada yang terinfeksi.

“Pastikan juga guru dan warga sekolah sudah menerima vaksinasi seluruhnya, ventilasi kelas dan fasilitas kesehatan seperti sarana cuci tangan, obat, dan lainnya juga tersedia di sekola. Guru juga harus memastikan jarak aman antar siswa selama pembelajaran, dan guru juga memiliki peran penting dalam peningkatan prokes kepada murid”, jelas dosen yang tergabung di tim pengabdian masyarakat ini.

Baca juga: Aktivitas Ini Masih Dilarang Selama Sekolah Tatap Muka Januari 2022

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.