KOMPAS.com - Bencana erupsi gunung Semeru telah menggerakkan elemen masyarakat termasuk para tenaga kesehatan (nakes) dan masyarakat luas untuk menjadi relawan yang terjun membantu korban erupsi di lapangan.
Apalagi, selama bencana ini terjadi sejak Sabtu, (4/12/2021) telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 46 orang.
Hingga kini, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperpanjang Operasi Disaster Victim Indentification (DVI), untuk mengidentifikasi korban letusan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sampai dengan tanggal 3 Januari 2022.
Baca juga: Beasiswa Guru Training ke Jepang 2022, Tunjangan Rp 17 Juta Per Bulan
Di pengungsian korban Gunung Semeru, juga masih banyak warga yang membutuhkan pertolongan. Termasuk para relawan yang sigap membantu di lokasi hingga saat ini.
Namun selama berkegiatan, para relawan akan melakukan serangkaian kegiatan dengan para penyintas dan hal yang sering dilupakan bahwa para relawan yang berinteraksi dengan penyintas dengan durasi cukup lama.
Hal itu berpotensi mengalami secondary traumatic atau kondisi stres yang dapat terjadi dalam waktu cepat maupun secara perlahan.
Uswantun Hasanah, Dosen Keperawatan Jiwa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) mengungkapkan bahwa stres bukan hanya terjadi pada korban bencana.
Hal tersebut bisa sangat mungkin terjadi pada relawan bencana. Baik tenaga kesehatan (nakes) atau tenaga yang lain.
"Kondisi stres atau bahkan trauma terjadi karena seringnya mereka berada di lokasi pengungsian, terus berinteraksi, bahkan turut mendengarkan pengalaman yang tidak menyenangkan dari para penyintas dalam waktu yang lama. Hal tersebut mendorong para relawan merasakan kesedihan dan penderitaan," ungkap Uswatun, dilansir dari laman UM Surabaya.
Baca juga: Kemendikbud Buka Beasiswa Kuliah Merdeka Belajar, Mahasiswa Yuk Daftar
Kondisi stres yang kemungkinan terjadi membutuhkan dukungan psikososial agar para relawan tetap sehat secara mental.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.