Kompas.com - 22/12/2021, 19:18 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Juru masak atau chef merupakan profesi yang bisa digeluti siapa saja. Tak hanya dari kalangan perempuan saja, banyak chef handal dari kaum pria juga.

Sebut saja Chef Juna atau Chef Arnorld hanya sedikit dari banyak chef pria yang ada di Indonesia. Banyaknya chef pria ini konon disebabkan perempuan dianggap tidak stabil secara sensori.

Hal ini dijelaskan langsung oleh pakar dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB) IPB University, Prof. Dede Robiatul Adawiyah.

Baca juga: Mahasiswa, Ketahui 5 Inovasi Bisnis Digital di Era Industri 4.0

Perbedaan nilai threshold sensori laki-laki dan perempuan

Dia menampik hal itu. Menurutnya, dalam risetnya yang menghitung nilai threshold sensori, ternyata ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

"Perempuan ternyata lebih sensitif. Punya kemampuan mendeteksi rasa manis, pada konsentrasi yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan laki-laki," ungkap Prof. Dede seperti dikutip dari laman IPB, Rabu (22/12/2021).

Menurutnya, ada kelemahan pada perempuan. Yakni adanya siklus menstruasi maupun kehamilan yang mau tidak mau mempengaruhi sensitivitas seseorang.

"Sehingga di dalam pengujian sensori, ada ketentuan gender. Tidak boleh hanya laki-laki saja atau perempuan saja. Itu harus seimbang," terang Prof. Dede dalam Konferensi Pers Pra Orasi Pengukuhan Guru Besar Tetap IPB University.

Baca juga: Super Air Jet Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan SMA/SMK, Buruan Daftar

Laki-laki tidak terpengaruh siklus metabolisme

Dia menilai, itulah kenapa, hanya laki-laki yang bisa menjadi chef adalah mitos. Dia menekankan, kemampuan sensori tidak ditentukan oleh gender. Untuk memastikan apakah seseorang itu layak sebagai panelis (dalam riset sensori), yang diperlukan adalah konsistensi sensori.

"Seseorang dianggap punya performance yang baik dalam evaluasi sensori, ditentukan oleh beberapa ketentuan," jelasnya.

Yakni mampu mendeteksi atau membedakan dan memiliki konsistensi atau bisa memberikan nilai yang sama dari waktu ke waktu dengan produk yang sama.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.