Kompas.com - 21/12/2021, 08:39 WIB
Celine saat mengajar salah satu siswa di SD Tunas Bangsa Bontang Kalimantan Timur. DOK.Laman UBCeline saat mengajar salah satu siswa di SD Tunas Bangsa Bontang Kalimantan Timur.
|

KOMPAS.com - Dua mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berbagi pengalaman menarik saat ikut Program Kampus Mengajar di SD 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Mereka adalah Muhammad Iklil Zaki dari Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya dan Celine Endang Sitanggang dari Fakultas Hukum (FH).

Dalam program Kampus Mengajar Angkatan II Kemendikbud Ristek RI, ada sebanyak 115 mahasiswa UB yang lolos. Termasuk dua mahasiswa yang mengajar di SD 3T.

Baca juga: Kuliah S3 di Inggris, Dosen UB Cerita Cepatnya Penularan Omicron

SD yang didatangi jauh lebih tertinggal

Salah satu mahasiswa, Iklil bertugas di SDN 38 Kelingkau Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Iklil awalnya tidak menyangka jika sekolah yang akan dia datangi jauh lebih tertinggal dibandingkan daerah tempat tinggalnya.

"Saya berasal dari daerah 3T, saya pikir SD saya dulu sudah cukup tertinggal dari segi pendidikan ternyata masih ada yang lebih kurang mumpuni dibanding sekolah saya dulu," ujarnya dikutip dari laman UB, Selasa (21/12/2021).

Dikatakan, karena akses menuju SDN 38 Kelingkau sepanjang 68 km, ditambah kondisi jalan yang harus dilalui bukan jalanan aspal akhirnya dia memutuskan untuk mengambil kontrakan terdekat dari sekolah.

"Dari kontrakan ke sekolah sekitar 15 km mau tidak mau karena kebetulan saya ada kuliah setiap hari selasa, jadi pada hari Senin sepulang ngajar saya pasti ke kabupaten terdekat untuk mendapat akses internet," tuturnya.

Dia menjelasakan, kondisi SDN 38 Kelingkau bisa dibilang kurang mumpuni karena hanya ada dua ruangan kelas yang sudah di semen lantainya. Sisanya termasuk ruang kantor beralaskan papan.

Baca juga: Mahasiswa UNS Bentuk Desa Tangguh Bencana Covid-19 di Boyolali

"Di SDN 38 Kelingkau, siswanya mengalami learning loss atau kemunduran akademik ada anak kelas 3 yang belum bisa mengenal huruf dan ada anak kelas 5 yang belum lancar penjumlahan sederhana," ucapnya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, Iklil bersama tiga temannya yang ditempatkan mengajar di SDN 38 Kelingkau, mengadakan les tambahan untuk mengejar ketinggalannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.