Kompas.com - 17/12/2021, 07:27 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Indonesia memiliki banyak sekali budaya dan kesenian dari masing-masing daerah. Selain baju tradisional, tiap daerah juga punya ciri khas untuk penutup kepala, topi atau bisa disebut juga iket.

Misalnya untuk di Jawa ada pelengkap berupa blangkon pada baju tradisional pria. Sedangkan di Bali, penutup kepala disebut Udeng.

Sama halnya di Jawa Barat juga punya ciri khas penutup kepala yakni iket Sunda. Merangkum dari Instagram Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kamis (16/12/2021), keberadaan iket ini selain sebagai kelengkapan "anggoan pameget" (busana pria) juga memiliki nilai estetis tinggi.

Iket ini memiliki banyak ragam dan mengandung falsafah mendalam. Yuk simak bersama serba serbi mengenai iket khas Jawa Barat.

Baca juga: Jurusan Arkeologi, Ini Informasi Kuliah dan Prospek Kerjanya

Serba-serbi iket Sunda

Iket bukan sekedar "saceundeung kaen". Iket berasal dari bahasa Sunda yang berarti 'ikat' atau 'ikatan'. Iket sebagai bagian dari kelengkapan anggoan pameget (busana pria) memiliki nilai estetis tinggi.

Secara filosofis, iket artinya sauyunan dalam satu kesatuan hidup. Ibarat lidi, jika dibentuk menjadi satu ikatan sapu akan mampu membersihkan apa pun.

Begitu pula manusia jika berlaku individual, tentu berat menghadapi suatu masalah. Lain ceritanya jika dilakukan bersama. Iket juga menandakan agar pemakaian tidak ingkah (lepas) dari jati diri Kasundaan.

Pembagian iket Sunda berdasarkan sejarah, iket dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu:

1. Iket buhun (iket baheula)

Baca juga: Per 1 Desember 2021, PTN Tidak Boleh Angkat Dosen Tetap Non-PNS

Iket buhun merupakan model iket dari sesepuh zaman dulu di wilayah Pasundan dan dibentuk dari kain persegi empat yang dilipat dengan aturan khusus dan membentuk model iket. Contoh Iket Buhun antara lain:

  • Barangbang Semplak
  • Julang Ngapak
  • Parekos Jengkol
  • Buaya Ngangsar

2. Iket Kiwari (Iket Modern atau Praktis)

Bentuk dan model iket Kiwari menyerupai iket buhun. Namun telah mengalami beberapa perubahan mengikuti perkembangan mode atau fashion. Contoh Iket Kiwari antara lain:

  • Iket Candra Sumirat
  • Iket Maung Leumpang
  • Iket Praktis Parekos
  • Iket Praktis Makuta Wangsa
  • Iket Proktis Manca Putra
  • Iket Batu Kincir.

Baca juga: Selamat, ITS Juara THE DataPoints Social Impact Award 2021

Itulah informasi mengenai serba-serbi iket Sunda. Sudah menjadi kewajiban generasi muda untuk terus melestarikan kebudayaan dan kesenian asli daerahnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.