Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemendikbud Ristek Sambut Baik Swasta Majukan Pendidikan Indonesia

Kompas.com - 13/12/2021, 17:41 WIB
Dian Ihsan

Penulis

KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD Dikdasmen Kemendikbud Ristek, Jumeri mengatakan, kemajuan sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk mencapai visi Generasi Emas Indonesia 2045 merupakan salah satu prioritas penting pemerintah.

Langkah itu, agar dapat mewujudkan generasi masa depan yang berkualitas unggul, maju, mandiri, cerdas, dan sehat.

Baca juga: Perjalanan Pendidikan Presiden Gusdur dari Asia Hingga Eropa

Dia meyakini anak-anak Indonesia saat ini dapat menjadi mesin pembangunan yang luar biasa saat mereka mencapai usia produktif dan akan dapat meraup manfaat maksimal dari bonus demografi untuk mendukung kemajuan masa depan bangsa.

"Namun, untuk dapat mencapai hal tersebut, Indonesia harus berinvestasi sekarang juga untuk generasi muda, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan yang menjadi fondasi untuk dapat mendukung pengembangan potensi mereka secara maksimal," kata dia dalam keterangan resminya, Senin (13/12/21).

Oleh karena itu, dia menyambut baik dan mengapresiasi setiap inisiatif dan praktik baik dari pihak swasta yang ingin ikut berkontribusi bersama dengan pemerintah untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia, guna mewujudkan Merdeka Belajar demi kemajuan generasi mendatang.

Hadirnya pandemi Covid-19 diperkirakan semakin mempersulit akses nutrisi dan pendidikan, yang penting bagi kemajuan masa depan anak Indonesia.

Akses yang terbatas terhadap kuota internet dan perangkat digital yang memadai juga menghambat siswa untuk belajar daring.

Hanya kurang dari 15 persen siswa pedesaan yang memiliki komputer untuk belajar. Sementara, untuk pelajar yang tinggal di perkotaan, hanya ada 25 persen yang mempunyai komputer untuk belajar dari rumah.

Bahkan, banyak siswa yang berbagi ponsel pintar dengan saudara atau orangtua. Mereka juga bergantung pada temannya untuk mengerjakan tugas sekolah.

Baca juga: Polemik Sumur Resapan, Ini Kata Profesor IPB

Dari sisi akses nutrisi, dampak pandemi telah mengakibatkan adanya peningkatan kurangnya akses nutrisi untuk anak, sehingga mereka berisiko lebih tinggi untuk mengalami kekurangan gizi yang dapat menghambat kemampuannya untuk tumbuh secara optimal.

"Melihat kondisi tersebut, kolaborasi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk ikut peduli dan ambil bagian dalam mengentaskan masalah nutrisi dan pendidikan yang dihadapi anak-anak Indonesia," jelas Jumeri.

Marketing Manager SGM Eksplor, Astrid Prasetyo menyatakan, selama lebih 65 tahun, SGM Eksplor percaya bahwa semua anak berhak untuk maju, sehingga seharusnya tidak boleh ada anak yang tertinggal, termasuk dalam memperoleh akses nutrisi dan pendidikan.

Namun faktanya, 9 dari 10 anak di Indonesia masih mengalami kekurangan akses edukasi dan nutrisi yang memadai.

Untuk itu, sejalan dengan visi pemerintah dalam mempersiapkan dan membangun SDM unggul, SGM Eksplor terus berupaya untuk menghadirkan berbagai inisiatif dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung intervensi yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

Pada tahun 2021, melalui gerakan sosial #AyoTunjukTangan, SGM Eksplor tidak hanya berkolaborasi dengan masyarakat, melainkan juga berkolaborasi dengan pemerintah lewat Kemendikbud Ristek dan pelaku industri, seperti Telkomsel dan CAKAP, yang memiliki komitmen sama untuk mewujudkan kemajuan anak Indonesia.

Gerakan dari #AyoTunjukTangan ini memiliki tema "Kolaborasi Ayo Tunjuk Tangan Maksimalkan Akses Edukasi & Nutrisi #GenerasiMaju".

General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel, Andry P Santoso menambahkan, perusahaan berkomitmen dalam mendorong pertumbuhan SDM dan komunitas digital talent.

Baca juga: Jurnalisme dan Pendidikan Jadi Penerang Kehidupan

"Itu agar memperoleh masa depan Indonesia yang berkualitas unggul," tukas dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com