Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/12/2021, 15:32 WIB
Mahar Prastiwi,
Dian Ihsan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Indonesia dikenal kaya akan rempah-rempahnya. Hal ini bahkan menjadi salah satu alasan zaman dulu negara asing datang menjajah Nusantara selama ratusan tahun.

Jenis rempah di Indonesia pun ada banyak. Seperti Lada, Cengkeh, Kayu manis, Vanili, Kapulaga, Andaliman, Pala, Jahe, Kunyit dan masih banyak yang lainnya.

Keberadaan rempah ini pula yang membuat citarasa kuliner asli Indonesia sangat beragam dan memiliki ciri khas.

Ternyata rempah-rempah tidak hanya sekedar untuk bumbu masak saja lho. Rempah-rempah juga memiliki banyak manfaat lainnya seperti untuk bahan jamu atau bahan kosmetik.

Baca juga: Ini Hasil Riset Ilmuwan Berpengaruh Dunia dari Telkom University

Rempah-rempah sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Tapi tahukah kamu sejak kapan sebenarnya rempah digunakan rakyat Indonesia?

Rempah sudah sampai Timur Tengah sejak sebelum masehi

Menurut Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Sandra Arifin Aziz, kalau dari data tertulis, keberadaan rempah-rempah memang baru ada pada relief Candi Borobudur.

Prof. Sandra mengatakan, berdasarkan data dari negara lain, rempah yang dimiliki Indonesia sampai Timur Tengah pada 2000 tahun sebelum masehi. Bahkan di China tercatat lebih dari 300 tahun sebelum masehi.

"Jadi sebenarnya rakyat Indonesia sudah lama memakai rempah-rempah tapi belum tercatat di dalam sejarah bangsa Indonesia," kata Prof. Sandra seperti dikutip dari kanal YouTube IPB TV, Senin (13/12/2021).

Baca juga: LTMPT Tegaskan Peserta Lolos SNMPTN 2022, Tak Boleh Daftar UTBK SBMPTN

Meski sudah lama ada di Indonesia, populasi rempah-rempah di Indonesia tentu mengalami perubahan. 

Prof. Sandra mengungkapkan, keberadaan rempah-rempah berpohon besar yang bisa saja mengalami perubahan populasi.

Populasi rempah berpohon besar bisa berkurang

Hal ini disebabkan banyak hutan, kebun dan ladang yang berada di sekeling perkampungan sudah mengarah ke kota atau menjadi kampung.

"Jadi kita akan kekurangan jika pohon-pohon itu ditebangi semua. Misalnya pala di Banda atau cengkeh di Maluku dan Irian," urai Prof. Sandra.

Namun demikian, pada rentang waktu yang lama, keberadaan rempah-rempah seperti  empon-emponan atau bangsa jahe masih banyak dan mudah ditemukan.

Baca juga: Dosen Unpad Ungkap 4 Penyebab Karies pada Gigi Anak

Supaya beragam jenis rempah terus lestari perlu peran geneasi muda untuk mempertahankan beragam jenis rempah kekayaan Indonesia.

"Saya mengajak kita semua dalam keseharian memakai rempah yang merupakan warisan dari alam di Indonesia dan hanya ada di Indonesia. Dan itu harus dipertahankan sehingga kedepan kira masih bisa menggunakannya," tutup Prof. Sandra.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com