Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dokter Muda UM Surabaya Tangani Psikososial Pengungsi Gunung Semeru

Kompas.com - 13/12/2021, 13:43 WIB
Mahar Prastiwi,
Dian Ihsan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Para pengungsi erupsi Gunung Semeru masih menjadi perhatian banyak pihak. Berbagai bantuan datang untuk sedikit meringankan penderitaan para pengungsi Gunung Semeru.

Selain kehilangan sanak saudara, rumah mereka pun rusak akibat letusan material vulkanik Gunung Semeru Sabtu (4/12/2021) silam.

Untuk membantu para pengungsi Gunung Semeru, khususnya dalam memberikan penanganan, dukungan kesehatan jiwa dan psikososial, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menerjunkan relawan dokter muda.

Baca juga: SNMPTN 2022, LTMPT: Pengisian PDSS Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

Penanganan kesehatan jiwa pengungsi sangat penting

Dosen pembimbing para dokter muda yang juga menjabat sebagai koordinator devisi psikososial Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jatim Era Catur Prasetya, mengungkapkan, pentingnya penanganan kesehatan jiwa bagi korban bencana. Upaya tersebut harus dilakukan dengan melibatkan banyak elemen.

"Agenda penanganan kesehatan jiwa bagi korban adalah sesuatu hal yang penting sekali. Fakultas Kedokteran UM Surabaya dan MDMC Jatim bekerjasama dengan beberapa elemen saling bahu-membahu memberikan pendampingan," urai Era Catur seperti dikutip dari laman UM Surabaya, Minggu (12/12/2021).

Salah satunya adalah PDSKJI (Persatuan Dokter Spesialis Jiwa Indonesia). Pihak UM Surabaya juga bekerjasama dengan RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk melakukan tindak lanjut kondisi korban yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Agenda pendampingan ini dilakukan di Desa Sumbermujur, Desa Penanggal, Desa Tempeh Tengah dan Ponpes Ulul Albab.

Baca juga: LTMPT Tegaskan Peserta Lolos SNMPTN 2022, Tak Boleh Daftar UTBK SBMPTN

Salah satu dokter muda Wichda Shirosa Nerly menjelaskan, tim telah melakukan identifikasi kondisi lansia dan psikologis anak di posko pengungsian.

"Cara kami mengetahui lansia yang menjadi korban sedang mengalami gangguan kesehatan jiwa adalah dengan melihat ekpresi mereka. Apakah mereka sedang murung, menyendiri, menangis, atau kondisi lain yang mencerminkan kecemasan," terang Wichda Shirosa Nerly.

Pengungsi lansia dan anak jadi prioritas

Kemudian para dokter muda akan mendekati dan mencoba mengajak berbicara. Mulai dari menanyakan kabar, hingga menanyakan harapan kedepannya setelah adanya bencana ini.

Dari kondisi yang ada, lanjut Nerly, para relawan dokter memberikan bantuan mulai dari akses informasi, bantuan logistik, hingga mempertemukan kepada keluarga yang terpisah.

Baca juga: Dosen UGM Bahas Cara Beternak Domba Kandang Bersih Tanpa Bau

Dokter muda UM Surabaya Muhammad Ramzi menambahkan, data korban yang mengalami gangguan kesehatan jiwa akan dilakukan rencana tindak lanjut bersama RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Dia menyampaikan, semua kegiatan harus berkesinambungan hingga kondisi psikologi korban stabil dan kembali normal. Salah satu yang menjadi perhatian para dokter muda UM Surabaya adalah korban dari kalangan anak-anak.

"Sejak awal mereka kita ajak untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan. Dari bermain, mewarnai, hingga diberi hadiah supaya mereka bahagia dan kecemasan mereka berkurang," ungkap Ramzi.

Baca juga: Dosen UGM: Wartawan Punya Misi Meningkatkan Intelektualitas Masyarakat

Sejak bencana erupsi Gunung Semeru terjadi, UM Surabaya menurunkan beberapa bantuan untuk membantu proses percepatan penanganan bencana erupsi Semeru. Mulai dari menerjunkan relawan, dokter muda hingga bantuan logistik.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com