Kompas.com - 11/12/2021, 11:37 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, dirinya akan melakukan investigasi menyeluruh ke semua lembaga pendidikan madrasah dan pesantren.

Hal itu setelah mencuatnya kasus pemerkosaan yang dilakukan pimpinan Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung, Jawa Barat, terhadap 12 santri.

Baca juga: Berkaca Kasus 12 Santri, Wamenag: Korban Kekerasan Seksual Harus Lapor

"Kita sedang melakukan investigasi ke semua lembaga pendidikan baik madrasah dan pesantren. Yang kita khawatirkan ini adalah puncak gunung es," kata dia melansir laman Kemenag, Sabtu (11/12/2021).

Langkah investigasi yang dilakukan, yakni menurunkan tim untuk melihat semua yang ada di lapangan, dengan melibatkan jajaran Kemenag di daerah masing-masing.

Kalau ada hal yang sama, dia akan langsung memitigasi segera mungkin.

"Jadi jangan tunggu kejadian dulu baru bergerak. Semua lembaga pendidikan akan kami lakukan investigasi," ucap Yaqut.

Menurut Menag, kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan salah seorang pimpinan pesantren di Bandung kini menjadi masalah bersama.

"Ini adalah problem bersama dan kita akan atasi bersama-sama. Jadi kekerasan seksual, pelecehan seksual, dan semua tindakan asusila itu harus disikat," jelas Menag Yaqut.

Baca juga: Kemenag: Pesantren Manarul Huda Belum Punya Izin Operasional

Asal tahu saja, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, M Ali Ramdhani mengatakan Kemenag telah mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung.

Tindakan tegas ini diambil, karena pemimpinnya yang berinisial HW diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap sejumlah santri.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.