Kompas.com - 10/12/2021, 16:44 WIB
Ilustrasi UMKM. Dok. ShutterstockIlustrasi UMKM.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) butuh sinergi banyak pihak.

Bukan sekadar mengandalkan pemerintah semata, melainkan menggandeng banyak jejaring organisasi berbasis kemasyarakatan.

Baca juga: UB: Mahasiswi NWR Pernah Laporkan Pelecehan Seksual di Januari 2020

Tujuannya tak lain sebagai ikhtiar membangun kekuatan UMKM di era 4.0 dan disrupsi teknologi informasi.

Hal itu yang sedang dilakukan Mahasiswa S3 Manajemen Strategik Universitas Brawijaya (UB) Addin Jauharuddin.

Addin memiliki misi untuk membangkit UMKM di Indonesia yang kini sudah membuahkan hasil.

Lawatannya ke-34 provinsi dalam beberapa bulan terakhir, dengan memberikan pelatihan kepada 34.000 UMKM Ansor 'khatam' sudah.

"Alhamdulilah, penutupan di Manado hari ini. Pelatihan kami sudah menjangkau seluruh provinsi di Tanah Air," ujar Addin dalam keterangannya kepada media, Jumat (10/12/2021).

Dengan mempunyai latar belakangan manajemen dan ekonomi, membuat pria kelahiran Cirebon ini kuat dalam hal UMKM.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini, harus banyak dukungan yang diberikan ke kalangan UMKM.

Addin memaparkan, di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, penting untuk terus menghidupkan dan membangun optimisme kepada publik.

Baca juga: Jerome Polin: Jam Masuk Sekolah di Indonesia Terlalu Pagi

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.