Kompas.com - 08/12/2021, 16:56 WIB
UNJ mengukuhkan tiga guru besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) pada Rabu, 8 Desember 2021 di Kampus A UNJ, Jakarta. DOK. UNJUNJ mengukuhkan tiga guru besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) pada Rabu, 8 Desember 2021 di Kampus A UNJ, Jakarta.

KOMPAS.com - Guru besar Universitas Negeri Jakarta bertambah menjadi tiga guru besar yang berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).

Acara pengukuhan ketiga guru besar tersebut dilakukan secara hybrid pada Rabu, 8 Desember 2021 di Kampus A UNJ dengan protokol kesehatan ketat. 

Tiga guru besar yang dikukuhkan dalam kesempatan tersebut, yakni:

  • Prof. Wardani Rahayu, Guru Besar Tetap bidang Ilmu Evaluasi Pendidikan Matematika (FMIPA)
  • Prof. Ninuk Lustyantie, Guru Besar Tetap bidang Ilmu Pendidikan Bahasa (FBS)
  • Prof. Widiastuti, Guru Besar Tetap bidang Ilmu Tes Pengukuran Olahraga (FIK)

Dalam sambutannya, Prof. Komarudin Rektor UNJ memberikan ucapan selamat kepada para guru besar atas kontribusi keilmuan dan pencapaian jabatan akademik tertinggi dalam dunia pendidikan.

"Semoga dengan pengukuhan ini dapat memberikan motivasi dan spirit untuk terus berkarya, berkontribusi, memberi manfaat bagi UNJ, masyarakat, bangsa, dan negara," ungkap Prof. Komarudin.

Orasi ilmiah 3 guru besar

Dalam pengukuhan, orasi ilmiah guru besar pertama disampaikan Prof. Wardani Rahayu mengangkat “Lingkungan Belajar Luring dan Daring: Tantangan pada Masa Pandemi Covid-19”.

Prof. Wardani memfokuskan orasinya pada pengembangan instrumen pengukuran lingkungan belajar matematika luring dan daring pada mahasiswa angkatan 2020/2021 dan 2021/2022 dengan menggunakan analisis data Model Rasch Multidimensi dan Confirmatory Factor Analysis (CFA).

Baca juga: Guru Besar Unpad Sebut 2 Penyebab Erupsi Gunung Semeru

Orasi kedua disampaikan Prof. Ninuk Lustyantie mengetengahkan “Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Pada Abad 21”. Prof. Ninuk menjelaskan, inovasi pembelajaran bahasa dan sastra mau tidak mau harus dilakukan untuk menghadapi tantangan besar era disrupsi saat ini yang bersifat urgensial.

Ia juga menyampaikan, dalam melakukan inovasi pembelajaran tersebut harus melingkupi tiga prinsip dasar yaitu baru, kreatif, dan urgen. Ketiga prinsip dasar ini yang kemudian menjadi acuan untuk dapat melakukan pengembangan inovasi pembelajaran bahasa dan sastra pada abad 21 di era disrupsi.

Orasi terakhir disampaikan Prof. Widiastuti dengan judul “Penerapan Standar Kebugaran Jasmani di Sekolah”. Menurutnya, penerapan standar kebugaran jasmani sangat urgent dalam pengembangan dan pembinaan prestasi olahraga nasional.

"Dari sinilah kemudian perlu dihadirkan tes pengukuran kebugaran jasmani untuk mengukur derajat kebugaran," pungkas Prof. Widiastuti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.