Kompas.com - 06/12/2021, 19:28 WIB
Dampak kerusakan rumah warga akibat erupsi Gunung Semeru yang meluncurkan awan panas di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). Gunung Semeru yang erupsi pada Sabtu (4/12/2021), menyebabkan sedikitnya 5.205 warga terdampak, 27 orang hilang, 15 orang meninggal dunia, dan ribuan rumah rusak. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGDampak kerusakan rumah warga akibat erupsi Gunung Semeru yang meluncurkan awan panas di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). Gunung Semeru yang erupsi pada Sabtu (4/12/2021), menyebabkan sedikitnya 5.205 warga terdampak, 27 orang hilang, 15 orang meninggal dunia, dan ribuan rumah rusak.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Nana Sulaksana menyebut banjir lahar yang terjadi akibat erupsi Gunung Semeru dipicu hal ini.

Yakni, aktivitas vulkanik yang bersentuhan langsung dengan cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

Baca juga: Pakar UGM: Banjir Bandang Bisa Terjadi Pasca Erupsi Gunung Semeru

"Jadi letusan kemarin bukan tiba-tiba, tapi memang sudah terjadi letusan kegiatan magmatisme jauh sebelumnya. Hanya kemarin saat letusan besar, secara kebetulan bersamaan dengan curah hujan tinggi," ungkap dia melansir laman Unpad, Senin (6/12/2021).

Prof. Nana menjelaskan, dampak besar dari erupsi Gunung Semeru diakibatkan adanya dua gaya yang bekerja, yaitu endogen dan eksogen.

Gaya endogen terjadi dari aktivitas magma yang mendorong material vulkanik naik ke permukaan, sedangkan gaya eksogen diakibatkan hujan ekstrem.

Material vulkanik yang tertumpuk di kubah secara langsung bersentuhan dengan air.

Akumulasi material tersebut kemudian dialirkan oleh air dan hanyut ke bawah melalui lembahan dan sungai-sungai. Akibatnya, banjir lahar mampu menyapu kawasan di lembahan Semeru.

"Kalau tidak ada hujan, maka seluruh material yang keluar sifatnya belum langsung menjadi lahar. Ini karena musim hujan, kebetulan hujan besar, material yang teronggok di atas terkena air, dan hanyut ke sungai," ujar Prof. Nana.

Letusan Gunung Semeru memiliki karakter

Prof. Nana menjelaskan, letusan Semeru memiliki karakter sendiri.

Hal ini disebabkan, setiap komplek gunung berapi di Indonesia memiliki dapur magmanya tersendiri.

Baca juga: 15 Jurusan Sepi Peminat di Unpad, Jadi Referensi Daftar SNMPTN 2022

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.