Kompas.com - 03/12/2021, 18:00 WIB
Ilustrasi internet, media sosial. ShutterstockIlustrasi internet, media sosial.

KOMPAS.com - Masih belum banyak masyarakat Indonesia yang paham mana data pribadi yang boleh di-share maupun yang tidak.

Dari data Center for Digital Society (CfDS) FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) saat melakukan survei, 98,9 persen paham akan maksud dari data pribadi.

Namun, saat diminta membedakan mana yang merupakan data pribadi dan bukan, ternyata hanya 18,4 persen atau ada 441 dari 2.401 responden responden yang mampu mengidentifikasinya dengan benar.

Manager Digital Intelligence Lab CfDS, Paska Darmawan mengatakan survei dilakukan dari tanggal 21 Oktober sampai 1 November 2021 tersebut berhasil mengumpulkan data dari 2.401 responden yang tersebar di 34 provinsi Indonesia.

Baca juga: Webinar IPB: Seperti Ini Pertolongan Pertama pada Gigitan Ular

“Tetapi ketika kami (peneliti) meminta responden untuk mengidentifikasi kira-kira apa saja yang termasuk sebagai data pribadi, ternyata hanya 18,4 persen responden saja yang mampu mengidentifikasi jenis-jenis data pribadi secara lengkap dan benar," tutur Paska dilansir dari laman UGM.

Sehingga, di sini bisa dilihat ada GAP antara persepsi masyarakat tentang apakah mereka mengetahui tentang data pribadi atau tidak dengan realitanya. 

Semua responden diketahui berada dalam rentang usia 13-80 tahun. Mayoritas responden atau sebanyak 53,3 persen memiliki ijazah SMA/sederajat serta 27,5 persen lainnya memiliki ijazah strata 1 atau sarjana.

“Setelah responden ditanyakan terkait persepsi mereka terkait pengetahuan data pribadi, responden kemudian diuji menentukan. Apakah data A termasuk data pribadi atau tidak, data B termasuk data pribadi atau tidak,” jelas Paska.

Baca juga: Cara Ampuh Usir Tikus di Rumah ala Ahli Tikus IPB

Dilansir dari laman Kominfo, data pribadi sendiri dibagi menjadi dua jenis. Pertama, data pribadi yang bersifat umum, seperti nama lengkap, jenis kelamin, kewarganegaraan, agama, atau data pribadi yang dikombinasikan untuk mengidentifikasi seseorang.

Kedua, data pribadi yang bersifat spesifik, meliputi data dan informasi kesehatan, data biometrik, data genetika, kehidupan/orientasi seksual, pandangan politik, catatan kejahatan, data anak.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.