Kompas.com - 01/12/2021, 11:10 WIB
Ilustrasi serangga terancam punah Photo by and (c)2007 Derek Ramsey (Ram-Man)Ilustrasi serangga terancam punah

KOMPAS.com - Sebagai negara mega biodiversitas, pastilah banyak flora fauna yang ada di Indonesia. Bahkan, ada banyak keanekaragaman fauna yang belum terungkap dari Indonesia.

Kurang lebih, baru satu juta spesies serangga yang teridentifikasi. Sedangkan sekitar 4-5 juta sisanya masih belum terungkap di dunia. Karena itu, pekerjaan taksonomist atau ahli serangga masih sangat dibutuhkan di Indonesia.

“Sehingga hal tersebut membuat peluang sekaligus tantangan bagi taksonomist muda, khususnya untuk mengungkap satu per satu spesies serangga yang ada,” ujar Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) University dari Departemen Proteksi Tanaman, Purnama Hidayat saat mengisi webinar bertema “Bincang Seru Taksonomi Serangga”.

Baca juga: Kuliah Gratis dan Jadi ASN, Ini 13 Prodi IPDN dan Syarat

Ia menambahkan bahwa bidang Taksonomi Serangga sangat penting karena menjadi dasar dalam memberikan informasi mulai dari peranan dari serangga hingga keperluan terkait tindakan pengendalian.

“Setiap orang berhak belajar dan menyukai serangga. Serangga merupakan hewan yang ada di sekitar kita. Sadar ataupun tidak, serangga seperti semut, kecoa, nyamuk, kumbang, kupu-kupu dan yang lainnya menjadi hewan yang selalu hidup berdampingan setiap harinya dengan kita,” tuturnya.

Menurutnya, sebelum melakukan proses pengendalian sangat diperlukan informasi jenis serangga yang akan dikendalikan sehingga akan tepat sasaran.

Ketika salah dalam mengenali serangga sasaran, maka akan berdampak terhadap ekosistem. "Dan tugas mengenali serangga tersebut merupakan tugas yang penting bagi seorang taksonom,” lanjutnya.

Baca juga: Kuliah Gratis, Ini 11 Prodi S1 Militer Universitas Pertahanan dan Syarat

Sementara salah satu Dosen IPB University, Nina Maryana menjelaskan keberadaan Laboratorium Biosistematika Serangga yang dimiliki Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian. Laboratorium ini mempunyai fasilitas yang sangat mumpuni khususnya mikroskop dengan kemampuan yang tinggi sehingga mampu menunjang penelitian mahasiswa baik program sarjana, master, maupun doktoral.

“Produk dan jasa yang dihasilkan dari Laboratorium Biosistematik Serangga tidak hanya berupa serangga-serangga hasil penelitian. Tetapi tentunya tulisan-tulisan tentang serangga yang sudah dimuat di jurnal nasional maupun internasional, buku identifikasi (kutu kebul dan kutu daun), serta jasa atau pelayanan dalam mengidentifikasi serangga baik yang berperan sebagai hama maupun sebagai serangga bermanfaat seperti predator, penyerbuk dan decomposer,” terangnya.

Di Program Studi Entomologi IPB University khususnya Laboratorium Biosistematika Serangga, suasana kerja dan peralatan yang mendukung memberikan dampak psikologis kepada para mahasiswa yang sedang melakukan penelitian.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.