Kompas.com - 30/11/2021, 13:10 WIB
Ilustrasi sekolah tatap muka. KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNGIlustrasi sekolah tatap muka.

KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Surabaya, Supomo mengatakan hingga saat ini Surabaya menjadi salah satu kota di Indonesia yang berhasil menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dengan aman dan nyaman.

Ia menjelaskan, belum ada laporan terjadinya klaster penyebaran Covid-19 di sekolah-sekolah di Surabaya.

Kunci keberhasilan PTM Terbatas disebutnya tidak terlepas dari upaya pemerintah Kota (pemkot) Surabaya dalam mengawasi secara ketat penerapan protokol kesehatan di sekolah.

Dukungan orang tua atau wali murid berupa pemberian izin bagi anak untuk kembali ke sekolah serta pelibatan dalam pengawasan turut menjadi kunci keberhasilan terselenggaranya PTM Terbatas di Kota Surabaya.

Baca juga: Orangtua, Ini Dampak Bila Sering Memarahi Anak Saat Belajar

Di samping penerapan protokol kesehatan yang ketat di sekolah, salah satu bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap potensi penyebaran Covid-19 yang dilakukan oleh pemkot Surabaya adalah dengan melakukan uji usap berkala di sekolah-sekolah. Uji usap berkala dilakukan satu bulan sekali.

Supomo mengungkapkan bahwa pemkot Surabaya sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan pelaksanaan PTM Terbatas.

Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri dan Instruksi Menteri Dalam Negeri, sekolah yang berada di daerah wilayah level 3 dapat menyelenggarakan PTM Terbatas.

Namun, tegasnya, sebelum hal tersebut benar-benar dilakukan, pemkot melakukan kajian dengan meminta pertimbangan para pakar.

“Setiap keputusan yang diambil pemerintah kota, kita senantiasa berkoordinasi dengan para pakar epidemiologi, sehingga keputusan memiliki dasar ilmiah, agar kemudian kita dapat mengendalikan Covid,” tutur Supomo seperti dilansir dari laman Kemendikbud, Minggu (28/11/2021).

Baca juga: 7 Tanda Anak Cerdas dan Berpotensi Punya IQ Tinggi

Tingkat vaksinasi penduduk Kota Surabaya yang telah mencapai 113 persen turut menjadi faktor pendorong keberhasilan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.