Kompas.com - 27/11/2021, 14:07 WIB
Albert Primusanto (Direktur PT Kawan Lama Sejahtera) saat menyampaikan materi seminar/webinar, Sabtu (27/11/2021). Tangkapan layar Zoom IGVIM Direktorat SMK Kemendikbud RistekAlbert Primusanto (Direktur PT Kawan Lama Sejahtera) saat menyampaikan materi seminar/webinar, Sabtu (27/11/2021).
|

KOMPAS.com - Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2021, Pengurus Pusat Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (PP IGVIM) kolaborasi dengan Direktorat SMK Kemendikbud Ristek mengadakan Seminar Nasional Pendidikan Vokasi secara luring dan daring, Sabtu (27/11/2021).

Adapun seminar/webinar itu mengambil tema "SMK dan Peluang Kolaborasi Riset Terapan Model Pembelajaran Real Teaching Factory (Tefa) dengan Perguruan Tinggi dan Dunia Kerja".

Salah satu narasumber Albert Primusanto selaku Direktur PT Kawan Lama Sejahtera (partner industri) mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Ditjen Pendidikan Vokasi.

Baca juga: Dari Magang sampai Beasiswa, Ditjen Vokasi dan Kawan Lama Sinergi Perkuat Pendidikan Vokasi

Sebelumnya, Albert memaparkan mengenai cikal bakal perusahaannya berdiri sejak 1955 dari toko kecil. Hingga terus berkembang hingga saat ini memiliki lebih dari 20 perusahaan.

"Awalnya kami membangun ekosistem industri sejak 1955 hingga kini memiliki total karyawan 40 ribu orang. Bahkan sebagian besar karyawan kami atau 60-70 persennya lulusan vokasi," terangnya.

Hal itu karena sejak awal sebagai perusahaan penyedia peralatan industri sangat membutuhkan talenta atau tenaga kerja lulusan pendidikan vokasi. Mulai dari lulusan SMK hingga pendidikan tinggi.

Tak hanya itu saja, karena ada perjanjian kerjasama PT Kawan Lama Sejahtera dan Ditjen Vokasi, ada beberapa hasil produk SMK dan sudah berhasil dipasarkan.

Pada kesempatan itu, Albert Primusanto juga menyatakan bahwa pandemi Covid-19 justru mempercepat revolusi industri (bagian dari era 4.0).

"Revolusi industri 4.0 menjadi pondasi penting bagi pengembangan organisasi ke depan. Dengan adanya pandemi Covid-19, adopsi teknologi semakin dipercepat," ungkapnya.

Hanya saja, nanti yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang akan bertahan dalam persaingan. "Salah satu contohnya toko kami kini harus masuk ke e-commerce," tuturnya lagi.

Baca juga: Wujudkan SMK Pusat Unggulan, Kawan Lama Gelar Kompetisi Nasional Metrologi Guru SMK

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.