Kompas.com - 25/11/2021, 19:03 WIB
Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Jenjang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tahun 2021. DOK. KemendikbudristekApresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Jenjang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tahun 2021.

KOMPAS.com - Hari Guru Nasional (HGN) tahun ini, menjadi hadiah terindah bagi 35 orang pendidik. Mereka menerima penghargaan pada ajang Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Jenjang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tahun 2021.

Ke-35 orang tersebut masing-masing merupakan 5 terbaik dari 7 kategori, yaitu Guru SMA, Kepala Sekolah SMA, Guru SMK, Kepala Sekolah SMK, Guru SLB, Kepala Sekolah SLB, dan Guru Pembimbing Khusus Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI).

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril mengatakan, saat ini semua orang sedang berada pada suasana yang tidak nyaman karena pandemi, termasuk di dunia pendidikan.

Salah satu hal yang penting untuk menjadi perhatian khusus adalah dampak learning loss terhadap generasi bangsa.

Baca juga: Kisah Inspiratif 3 Guru Hadapi Tantangan Teknologi di Tengah Pandemi

Karena itulah Pendidikan Tatap Muka (PTM) Terbatas penting dilakukan untuk mencegah semakin parahnya learning loss.

“Learning loss itu adalah kehilangan, baik partisipasi maupun hasil dari belajar. Salah satu cara kita untuk mengembalikan ini adalah dengan pembelajaran. Karena dalam pembelajaran, anak-anak belajar hal-hal baru. Pembelajaran tetap memerlukan interaksi, perlu pertemuan meskipun terbatas. Melalui pertemuan, belajar akan menjadi lebih hidup. Kemudian dalam konteks belajar, sangat penting bagi anak-anak agar belajar juga berinteraksi sebagai manusia,” ujar Iwan pada Malam Anugerah Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Jenjang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Rabu (24/11/2021)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Iwan menuturkan, pemerintah mendorong pelaksanaan PTM terbatas sejak tahun lalu untuk daerah-daerah di zona hijau dan kuning.

Namun mengingat kondisi setiap daerah berbeda-beda, sehingga kebijakan PTM Terbatas tidak bisa disamaratakan, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang lebih sulit menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring.

Baca juga: Momen Hari Guru 2021, Menag Pastikan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Ia mengatakan, UNICEF mengeluarkan laporan atas dampak pandemi selama satu tahun pandemi di seluruh dunia dan menyimpulkan bahwa dampak learning loss sangat tinggi dan memiliki implikasi yang panjang di masa depan.

“Karena itu pemerintah berupaya bagaimana secara berangsur-angsur mengembalikan anak ke sekolah. Apalagi dampak learning loss beda-beda. Bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah, grafiknya menukik. Jadi yang paling rentan adalah kelompok yang memiliki tantangan lebih berat, baik geografis, maupun kondisi sosial ekonomi,” kata Iwan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.