Kompas.com - 23/11/2021, 15:31 WIB
Game dengan nama Pramana Sahwahita sendiri memiliki arti mencari pengetahuan untuk kebenaran yang manfaatnya untuk kita semua, tentunya kemaslahatan umat manusia. Dok. ITSGame dengan nama Pramana Sahwahita sendiri memiliki arti mencari pengetahuan untuk kebenaran yang manfaatnya untuk kita semua, tentunya kemaslahatan umat manusia.

KOMPAS.com - Data American Journal of Tropical Medicine and Hygiene tahun 2020 menyebut Indonesia menempati ranking lima dunia dalam penyebaran rumor, stigma dan teori konspirasi terkait Covid-19.

Menghadirkan solusi, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan sebuah game edukasi guna meningkatkan kualitas baca dan kesadaran masyarakat akan bahayanya berita hoaks.

Ketua tim Abmas, Nugrahardi Ramadhani menjelaskan bahwa proyek ini memiliki konsep dengan mekanika permainan, seperti achievement, motivation, learning, dan challenge.

“Dibandingkan konsep game yang menghibur, gamifikasi kami mengombinasikannya dengan proses pembelajaran,” terang Dhani seperti dilansir dari laman ITS, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: 5 Beasiswa S2 Luar Negeri yang Terima IPK di Bawah 3

Ia juga menyampaikan, dalam game yang bersifat menantang ini, masyarakat akan disajikan sebuah berita bertemakan Covid-19 serta diajak menebak dan pembuktian berita hoaks.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, pemain juga akan diarahkan pada aksi berikutnya, yaitu memberitakan kepalsuan beritanya, tidak bersikap apa-apa, atau justru turut menyebarkan kembali berita tersebut kepada orang lain.

Meskipun game ini masih dalam bentuk prototipe, tim ini berhasil menyajikan visual yang menarik dan terdiri dari 15 level, di mana tiap level mempunyai dialog-dialog atau info tentang berita hoaks atau bukan.

Masing-masing tindakan ini akan mendapatkan akumulasi poin dan akan dikategorikan apakah layak menjadi netizen produsen hoaks, user pasif atau layak menjadi agen pemberantas hoaks.

Dengan adanya game ini, Dhani berharap penyebaran berita hoaks dapat diminimalisasi dimulai dari lingkup yang kecil. Dengan demikian, diharapkan pula masyarakat dapat lebih sadar untuk mengenali kebenaran berita yang beredar melalui cek fakta sebelum bereaksi.

Baca juga: Mahasiswa Bersiap, IISMA 2022 Kemendikbud Bakal Gandeng Kampus Top Dunia

Game dengan nama Pramana Sahwahita sendiri memiliki arti mencari pengetahuan untuk kebenaran yang manfaatnya untuk banyak orang, tentunya kemaslahatan umat manusia.

Sementara, tim Abmas terdiri atas gabungan tujuh orang dosen dari Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS dan Departemen Sistem Informasi (SI) ITS.

Ketujuh dosen tersebut ialah Nugrahardi Ramadhani SSn MT, Rabendra Yudistira Alamin ST MDs, Putri Dwitasari ST MDs, Nurina Orta Darmawati ST MDs, Didit Prasetyo ST MT, Naufan Noordyanto SSn MSn yang berasal dari Departemen DKV ITS, dan Renny Pradina Kusumawardani ST MT dari Departemen SI ITS.

Proyek Abmas ini juga merupakan ide hasil kolaborasi Sustainable Development Goals (SDGs) ITS bersama Departemen DKV ITS dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.