Kompas.com - 20/11/2021, 13:06 WIB
Suasana penjurian dalam KOPSI 2021 yang digelar Puspresnas Kemendikbud Ristek pada 16-20 November 2021. DOK. PUSPRESNASSuasana penjurian dalam KOPSI 2021 yang digelar Puspresnas Kemendikbud Ristek pada 16-20 November 2021.

 

KOMPAS.com - Budaya penelitian siswa harus tetap ditumbuhkan, meski proses pembelajaran terdampak pandemi global Covid-19 yang masih belum diketahui pasti kapan akan berakhir. Budaya penelitian menjadi penting karena hal ini akan menentukan kemajuan sebuah bangsa.

"Budaya penelitan itu yang membedakan negara-negara maju. Research and development itu kan basis dari kemajuan dan kesehteraan negara," tegas Prof. Hamdi Muluk, Ketua Laboratorium Psikologi Politik Fakultas Psikologi UI yang menjadi salah satu dewan juri Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia atau KOPSI 2021.

Associate Prof. Abu Amar, Ketua Department Teknologi Industri Pertanian Institut Teknologi Indonesia yang juga menjadi dewan juri KOPSI 2021 bahkan menambahkan budaya peneltian harus mulai ditanamkan dalam diri siswa sejak dini.

"Justru budaya penelitian pada anak anak dapat dimulai dari anak usia taman kanak kanak. Dengan demikian maka sejak dini budaya penelitian perlu dilaksanakan di Indonesia melalui model pembelajaran yang menyenangkan," ujar Prof. Abu Amar.

Prof. Hamdi Muluk dan Prof. Abu Amar sepakat, KOPSI dapat menjadi wadah dalam menumbuhkan budaya penelitian tersebut di kalangan siswa.

KOPSI 2021 digelar Pusat Prestasi Siswa Nasional (Puspresnas) Kemendikbud Ristek tingkat SMA dan sederajat dan berlangsung pada 16-20 November 2021.

Dalam final KOPSI 2021 masuk sebanyak 175 naskah terbaik 372 siswa finalis dari 98 SMA, 26 MA, serta satu Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Jeddah, Arab Saudi. Naskah tersebut berhasil diseleksi dari 2.377 proposal yang diajukan.

Terdapat tiga bidang ilmu yang dilombakan pada KoPSI 2021 yaitu Matematika, Sains, dan Teknologi (MST), Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR), serta Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH).

Baca juga: Pembukaan KOPSI 2021, BRIN Ajak Siswa Kembangkan Ide Solutif untuk Bangsa

Tantangan membangun budaya penelitian

Prof. Hamdi Muluk melihat, tantangan dalam menumbuhkan riset di kalangan siswa SMA adalah budaya meneliti itu tidak atau belum menjadi bagian dari sistem pendidikan kita mulai dari SD, SMP, dan SMA.

"Riset Akademik masih menjadi barang asing bagi siswa SLTA, keran sistem pendidikan kita masih menmentingkan hapalan dan pengenalan konsep belaka, bukan memancing dan menggali curiousity atau keingintahuan," ungkap Prof. Hamdi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.