Kompas.com - 18/11/2021, 08:04 WIB
|
Editor Dian Ihsan

 

KOMPAS.com - Setelah terbitnya Permendikbud Ristek nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan, Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di perguruan tinggi, universitas wajib membentuk Satuan Tugas (Satgas).

Sebagai bentuk dukungan dari Permendikbud Ristek PPKS, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyiapkan sejumlah perangkat untuk mengimplementasikan Permen tersebut di lingkungan kampus.

Rektor Unpar Mangadar Situmorang menyambut baik dan mendukung terbitnya Permendikbud Ristek 30 tahun 2021 tersebut.

Baca juga: Calon Mahasiswa, Ini 10 Keunggulan Pendidikan Vokasi

Unpar siapkan diri implementasikan Permendikbud PPKS

Rektor menerangkan, dengan adanya Permendikbud PPKS mendorong Unpar untuk melengkapi diri dengan unit-unit, mekanisme-mekanisme, dan prosedur-prosedur yang diperlukan agar sikap, narasi, dan perilaku kekerasan seksual tidak terjadi di lingkungan Unpar.

"Secara prinsip, Unpar menyambut baik dan mendukung Permendikbud tersebut. Pada intinya bertujuan untuk meningkatkan rasa hormat dan penghargaan terhadap setiap insan apapun identitas yang melekat pada dirinya," kata Mangadar Situmorang seperti dikutip dari laman Unpar, Rabu (17/11/2021).

Menurut Rektor, rasa hormat itu dimulai dengan peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan kepedulian bersama untuk saling menghormati.

Unpar sangat menekankan pentingnya sikap saling menghormati jati diri yang utuh (humanum) termasuk perbedaan yang ada (kebhinnekaan).

Baca juga: Mahasiswa, Ini 5 Arsitek Kebanggaan Indonesia, Ada Ridwan Kamil

Tidak menampik kemungkinan kekerasan seksual di kampus

Rektor mengungkapkan, Unpar tidak steril atau memiliki imun terhadap kemungkinan tergerusnya rasa hormat.

Dia juga tak menampik terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan seksual. Sebelum Permendikbud PPKS diterbitkan, Unpar sedang menyusun peraturan universitas yang bertujuan untuk memperkuat sikap hormat tersebut melalui program dan kegiatan gladi-gladi kemanusiaan dan kerohanian.

"Kehadiran Permendikbud PPKS mempercepat fasilitasi legal, programatik, dan prosedural usaha penghormatan tersebut," terang Rektor Unpar.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.