Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Platform Edukasi Ini Buka Bimbingan Beasiswa Luar Negeri dan IELTS Gratis

Kompas.com - 15/11/2021, 19:00 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Ada banyak cara untuk bisa berkuliah di luar negeri tanpa mengeluarkan biaya besar, salah satunya melalui beasiswa. Setiap tahun, ada begitu banyak penawaran beasiswa baik dari perguruan tinggi luar negeri, pemerintah hingga lembaga.

Untuk menemukan program studi dan kampus luar negeri terbaik, kamu perlu mencari banyak informasi baik dari website kampus, alumni, komunitas, atau melalui webinar terkait beasiswa luar negeri.

Kabar baiknya, platform edutech untuk akses pendidikan luar negeri, Schoters bakal menyelenggarakan rangkaian program bimbingan seputar kuliah ke luar negeri secara gratis.

Baca juga: Beasiswa S1 Korea Selatan, Kuliah Gratis dan Tunjangan Rp 10 Juta Per Bulan

Mengusung kampanye #YukStudyAbroad, Schoters memperkuat komitmennya mendukung anak bangsa melanjutkan pendidikan seluas mungkin, tanpa terhalang oleh batas-batas negara.

Program kelas dan webinar gratis ini bakal berlangsung mulai dari tanggal 17 November hingga 19 Desember 2021.

Program terdiri dari webinar mingguan yang mengundang para ahli dan figur inspiratif sebagai pemateri dan kelas persiapan kuliah ke luar negeri seperti pembuatan CV yang baik, motivation letter hingga IELTS.

Semua peserta pun akan mendapatkan tes TOEFL ITP Prediction secara gratis.

Selain itu, Schoters juga menyediakan study abroad plan yang berisi rekomendasi kampus tujuan dan beasiswa sesuai profil secara gratis yang bisa dijadikan acuan oleh para peserta.

Meutia Nadhilah, mentor sekaligus pemateri di salah satu weekly class program #YukStudyAbroad mengatakan beasiswa luar negeri bisa didapatkan asalkan melakukan persiapan dari jauh hari dan memaksimalkan strategi yang tepat.

Baca juga: Beasiswa S2 University of Cambridge 2022, Tunjangan Rp 351 Juta Per Tahun

Ia juga menjelaskan, syarat beasiswa luar negeri tidak hanya bermodal nilai akademis yang tinggi, tetapi juga kesesuaian misi pelamar dengan jurusan dan universitas yang dibidik, yang diceritakan melalui CV ataupun motivation letter.

"Selain itu, keahlian bahasa asing juga perlu diperhatikan karena menjadi salah satu syarat wajib pengajuan beasiswa. Targetkan nilai TOEFL atau IELTS dengan skor yang aman," tutur Meutia Nadhilah, alumni University College London, Inggris, yang akan menjadi mentor pada program webinar gratis #YukStudyAbroad nanti.

CEO Schoters, Radyum Ikono mengatakan bahwa akses informasi terhadap pendidikan ke luar negeri, termasuk beasiswa yang tersedia, masih belum inklusif di Indonesia.

Padahal, persiapan yang baik dan tepat bisa menjadi jalan untuk semua kalangan melanjutkan pendidikannya ke berbagai negara, termasuk jalur beasiswa.

"Dengan menggandeng para expert termasuk alumni kampus top luar negeri sebagai mitra, Schoters menghadirkan layanan bimbingan kuliah ke luar negeri yang dikemas menjadi end-to-end solution. Layanan yang kami tawarkan meliputi bimbingan bahasa (IELTS/TOEFL), persiapan tes seperti SAT/GRE, persiapan dokumen dan pemilihan kampus atau negara, hingga layanan pendukung seperti penerjemah tersumpah," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Beasiswa S2 Jepang 2022, Kuliah Gratis dan Tunjangan Rp 18 Juta Per Bulan

Selama hampir tiga tahun, lanjut dia, Schoters telah menjembatani ratusan alumni diterima di lebih dari 100 kampus terbaik di 38 negara.

Termasuk kampus-kampus terbaik dunia seperti UCL, NTU, Kyoto University, Cornell University, University of Melbourne, dan masih banyak lagi.

“Supaya makin banyak lagi orang Indonesia yang mendapat kesempatan untuk kuliah di kampus terbaik dunia, di momen third anniversary Schoters, kami sengaja membuat rangkaian kelas dan webinar gratis hingga akhir tahun nanti," tutur Radyum Ikono.

Untuk bisa mengikuti program ini, peserta hanya perlu mengikuti Instagram resmi Schoters.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Temui LPAI, Menparekraf Bicara soal Dampak Buruk Game Online dan Nasib Anak Bangsa

Temui LPAI, Menparekraf Bicara soal Dampak Buruk Game Online dan Nasib Anak Bangsa

Edu
15 SMA Swasta Terbaik di Jogja, Nomor 1 Sekolah Khusus Laki-laki

15 SMA Swasta Terbaik di Jogja, Nomor 1 Sekolah Khusus Laki-laki

Edu
Mendikbud Minta PTN Kembalikan Kelebihan Bayar UKT Mahasiswa

Mendikbud Minta PTN Kembalikan Kelebihan Bayar UKT Mahasiswa

Edu
Gelar 'Mini Workshop', Pulpenmas Institute Ajak Sekolah Mulai Perhatikan 'Customer Experience'

Gelar "Mini Workshop", Pulpenmas Institute Ajak Sekolah Mulai Perhatikan "Customer Experience"

Edu
Seluruh Lulusan Kelas 2024 Sinarmas World Academy Diterima di Universitas Top Dunia

Seluruh Lulusan Kelas 2024 Sinarmas World Academy Diterima di Universitas Top Dunia

Edu
7 Program Prioritas Kemenag bagi Guru dan Tendik 2024, Salah Satunya Insentif

7 Program Prioritas Kemenag bagi Guru dan Tendik 2024, Salah Satunya Insentif

Edu
11 SMA dengan Nilai UTBK Tertinggi di Tangsel, Referensi PPDB 2024

11 SMA dengan Nilai UTBK Tertinggi di Tangsel, Referensi PPDB 2024

Edu
UKT Batal Naik, Mendikbud Minta PTN Rangkul Mahasiswa yang Mengundurkan Diri

UKT Batal Naik, Mendikbud Minta PTN Rangkul Mahasiswa yang Mengundurkan Diri

Edu
PPDB Jabar 2024: Cek Dokumen yang Dibutuhkan dan Kuota Semua Jalur

PPDB Jabar 2024: Cek Dokumen yang Dibutuhkan dan Kuota Semua Jalur

Edu
Gelar Dialog di Universiti Sains Malaysia, JIC Ajak Mahasiswa Terlibat Misi Perdamaian Global

Gelar Dialog di Universiti Sains Malaysia, JIC Ajak Mahasiswa Terlibat Misi Perdamaian Global

Edu
Kisah Nikita, Sempat Alami Diskriminasi karena Disabilitas, Kini Lulus dari UGM

Kisah Nikita, Sempat Alami Diskriminasi karena Disabilitas, Kini Lulus dari UGM

Edu
20 SMA Terbaik di DKI Jakarta, Referensi Daftar PPDB 2024

20 SMA Terbaik di DKI Jakarta, Referensi Daftar PPDB 2024

Edu
Selain Batalkan Kenaikan UKT, Kemendikbud Juga Minta PTN Lakukan Ini

Selain Batalkan Kenaikan UKT, Kemendikbud Juga Minta PTN Lakukan Ini

Edu
LPDP Tahap 2 Dibuka Juni, Ini Perbedaan LPDP Reguler dan LPDP PTUD

LPDP Tahap 2 Dibuka Juni, Ini Perbedaan LPDP Reguler dan LPDP PTUD

Edu
BEM SI Minta Kemendikbud Revisi Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024 soal UKT

BEM SI Minta Kemendikbud Revisi Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024 soal UKT

Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com