Kompas.com - 14/11/2021, 07:17 WIB
|

 

KOMPAS.com - Meski Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 masih beberapa tahun lagi, tetapi persiapan sudah dilakukan. Salah satunya dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bersama Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Lembaga tersebut tengah menggodok skema penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 mendatang. Persiapan dilakukan karena perhelatan politik ini akan menjadi catatan sejarah pertama bagi Indonesia.

Tentu lantaran menggelar pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI, anggota DPR RI, DPD RI, kepala daerah, dan anggota DPRD dalam tahun yang sama.

Baca juga: Rektor UNS Luncurkan 4 Buku di HUT Ke-60, Inspirasinya Tak Henti Berkarya

Terkait hal itu, Pakar Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Dr. Agus Riewanto memberikan tanggapan.

Dia mengatakan, KPU harus mewaspadai segala risiko yang kemungkinan terjadi pada Pemilu serentak 2024. Salah satu kekhawatiran yang diungkapkan adalah meningkatnya jumlah korban dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akibat kelelahan seperti yang terjadi pada tahun 2019 lalu.

"Karena tidak ada revisi terhadap UU No. 7 Tahun 2017, saya khawatir masalah Pemilu 2019 itu akan terulang di Pemilu 2024," ujarnya seperti dikutip dari laman UNS, Jumat (12/11/2021).

"Jadi, kalau mau melihat Pemilu 2024 ya lihat saja dari Pemilu 2019," imbuhnya lagi.

Karenanya, Dr. Agus Riewanto memaparkan sejumlah evaluasinya terhadap Pemilu 2019. Yaitu:

1. Tidak adanya revisi terhadap UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

2. PKPU perlu kreativitas untuk menyusun teknis Pemilu.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.