Kompas.com - 12/11/2021, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Kanker menjadi salah satu penyakit yang mematikan di dunia. Ada banyak jenis kanker yang bisa membuat penderitanya merasakan sakit yang luar biasa. Mulai kanker mulut, kanker tulang, hingga salah satunya yang juga patut diwaspadai adalah kanker paru-paru.

Kanker paru-paru menjadi penyebab kematian terbanyak dalam klaster penyakit kanker. Mengutip dari laman World Health Organization (WHO), kanker paru-paru telah membunuh 1.8 juta jiwa selama tahun 2020.

Di tempat kedua ada kanker usus besar dan di tempat ketiga ada kanker hati yang membunuh 830 ribu jiwa.

Meski mematikan, kanker paru-paru sebetulnya bisa disembuhkan. Dalam bahasa medis lebih tepatnya kanker tersebut dapat dikendalikan atau dikontrol.

Baca juga: Peneliti Unair Hadirkan Produk Herbal Obati Gula Darah dan Kolesterol

Dengan begitu, makna sembuh dalam hal ini bukanlah sembuh total, tetapi mencegah kanker tersebut dapat mengakibatkan kematian. Syaratnya kanker tersebut mesti ditemukan sedini mungkin.

Hal itu diungkap oleh dokter spesialis paru Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Siswanto.

“Prinsipnya itu kalau kita bisa menemukan stadiumnya lebih dini, maka peluang sembuhnya lebih besar,” tutur Siswanto dilansir dari laman UGM.

Siswanto kemudian membuat skema perbandingan, jika kanker paru-paru dapat ditemukan dalam kondisi stadium 1, maka tingkat atau peluang kesembuhannya 85 persen.

Kalau kanker paru-paru stadiumnya 4, maka tingkat kesembuhannya hanya 15 persen. Data peluang kesembuhan tersebut dihitung Siswanto berdasarkan survei.

Di mana survei tersebut memiliki skema kalau ada 100 orang yang terkena kanker paru-paru stadium 4 dalam waktu satu tahun, pasien yang berhasil bertahan hidup hanya 15 orang.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.