Kompas.com - 12/11/2021, 15:37 WIB
Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim saat meminta pimpinan perguruan tinggi harus terbuka jika terjadi kekerasan seksual di kampus. DOK. KOMPAS.com/DIAN IHSANMendikbud Ristek, Nadiem Makarim saat meminta pimpinan perguruan tinggi harus terbuka jika terjadi kekerasan seksual di kampus.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim meminta perguruan tinggi dapat terbuka jika terjadi kekerasan seksual.

Maka dari itu, perguruan tinggi sudah saatnya bisa mengubah paradigmanya dalam mengedepankan keterbukaan kepada khalayak luas, khususnya terkait kekerasan seksual.

Baca juga: Nadiem Makarim Minta Korban Kekerasan Seksual di Kampus Buka Suara

"Kita ingin merubah paradigma yang dulunya reputasi baik kampus itu ditentukan dari tidak adanya kasus-kasus seperti ini," ujar Nadiem secara daring lewat YouTube Kemendikbud Ristek, Jumat (12/11/2021).

Selain keterbukaan, Nadiem juga mendorong agar pimpinan perguruan tinggi bisa melakukan investigasi serta memberi hukuman kepada pelaku kekerasan seksual di kampus.

"Kalau tidak ada sanksi, tidak mungkin jera. Jika tidak ada dukungan, berarti perguruan tinggi tidak memprioritaskan keamanan mahasiswa dan dosen dalam kampus," terang dia.

Nadiem akan mengapresiasi bagi perguruan tinggi yang berupaya transparansi dalam membuka kasus kekerasan seksual di kampus.

"Kita akan memberikan cap jempol kepada kampus-kampus yang terbuka, yang menuntaskan investigasi mereka, bukan yang menutup-nutupi. Ini adalah paradigma baru kita sekarang," jelas Nadiem.

3 sanksi bagi pelaku kekerasan seksual di kampus

Nadiem menyebut ada tiga sanksi yang akan diberikan bagi pelaku kekerasan seksual di kampus.

Baca juga: Nadiem Makarim: Kekerasan Seksual di Kampus Sudah Tingkat Pandemi

"Ada sanksi ringan, sanksi sedang, dan sanksi berat bagi pelaku kekerasan seksual di kampus," ucap dia.

Dia mengatakan, sanksi ringan yang diberikan merujuk kepada Pasal 14 ayat 2, yakni berupa teguran tertulis atau pernyataan permohonan maaf secara tertulis yang dipublikasikan di internal kampus maupun media massa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.