Kompas.com - 09/11/2021, 15:41 WIB
Dirjen Dikti Prof. Nizam pada webinar Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan angkatan kedua secara daring gelaran Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) berkolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation, Jumat (25/6/2021).

Adapun kegiatan ini digelar oleh Tangkapan layar Zoom Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP)Dirjen Dikti Prof. Nizam pada webinar Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan angkatan kedua secara daring gelaran Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) berkolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation, Jumat (25/6/2021). Adapun kegiatan ini digelar oleh
|

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah menetapkan Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021.

Isinya tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi. Permendikbud tersebut ditetapkan pada 31 Agustus 2021.

Nantinya, Permendikbud Ristek 30 tersebut bakal disosialisasikan lebih luas kepada publik sebagai Merdeka Belajar Episode Keempat Belas: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual.

Baca juga: 15 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS AUR 2022, Ada 4 PTS-nya

Langkah awal dan upaya antisipasi

Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam, tujuan utama peraturan ini adalah memastikan terjaganya hak warga negara atas pendidikan.

Tentu melalui pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus atau pendidikan tinggi.

Adapun Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 hadir sebagai langkah awal untuk menanggapi keresahan mahasiswa, dosen, pimpinan perguruan tinggi, dan masyarakat tentang meningkatnya kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Dijelaskan, Permendikbud Ristek PPKS dinilai detil dalam mengatur langkah-langkah yang penting di perguruan tinggi untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual.

Di samping itu juga membantu pimpinan perguruan tinggi dalam mengambil tindakan lebih lanjut untuk mencegah berulangnya kembali kekerasan seksual yang menimpa sivitas akademika.

Baca juga: 12 Tips Meredakan Sakit Kepala dari Universitas Nasional

Nizam berharap kepastian hukum yang diberikan melalui Permendikbud Ristek ini akan memberikan kepercayaan diri bagi pimpinan perguruan tinggi untuk mengambil tindakan tegas bagi sivitas akademika yang melakukan kekerasan seksual.

Dengan hadirnya Permendikbud Ristek Nomor 30 ini, pimpinan perguruan tinggi juga dapat memberikan pemulihan hak-hak sivitas akademika yang menjadi korban kekerasan seksual untuk dapat kembali berkarya dan berkontribusi di kampusnya dengan lebih aman dan optimal.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.