Kompas.com - 08/11/2021, 11:26 WIB
Dirjen Dikti Prof. Nizam pada webinar Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan angkatan kedua secara daring gelaran Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) berkolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation, Jumat (25/6/2021).

Adapun kegiatan ini digelar oleh Tangkapan layar Zoom Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP)Dirjen Dikti Prof. Nizam pada webinar Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan angkatan kedua secara daring gelaran Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) berkolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation, Jumat (25/6/2021). Adapun kegiatan ini digelar oleh
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Pria itu bernama Prof. Nizam. Dia merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti Ristek), Kemendikbud Ristek.

Sebelum Kemendikbud dan Kemenristek melebur jadi satu, dia hanya fokus mengurus pendidikan tinggi. Namun, setelah digabung, dia juga menakhodai pengembangan riset dan teknologi.

Baca juga: 14 Perguruan Tinggi Sudah Berstatus PTN-BH, Ini Daftarnya

Saat berkarier di Universtas Gadjah Mada (UGM), Nizam merupakan dosen dengan status Guru Besar di Teknik Sipil.

Di perguruan tinggi, Nizam merupakan sosok yang membidani mahasiswa menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) lewat perantara tangan dingin rektor di seluruh perguruan tinggi Indonesia.

Menurut Nizam, program MBKM yang dijalankan seperti pertukaran mahasiswa, program magang, mengajar di sekolah, membangun desa, proyek kemanusiaan, penelitian, dan sebagainya.

Program MBKM ini, kata dia bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi dan pengalaman yang nyata.

Dengan begitu, mahasiswa memperoleh pengalaman dan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

Hal itu bertujuan dalam menjawab tantangan industri revolusi industri 4.0 yang lebih kompleks.

"Karena perguruan tinggi dituntut untuk memperoleh lulusan yang kreatif, inovatif, dan adaptif," kata Nizam saat saat dihubungi Kompas.com belum lama ini, seperti diberitakan Senin (8/11/2021).

Pria yang lahir di Surakarta ini mengaku, saat ini Indonesia memiliki 4.593 perguruan tinggi, 29.413 program studi (Prodi), 312.890 dosen, dan 8,4 juta mahasiswa.

Baca juga: 15 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS AUR 2022, Ada 4 PTS-nya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.