Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Tanah Longsor di Desa Wirogomo, Mahasiswa KKN UIN Semarang Lakukan Hal Ini

Kompas.com - 05/11/2021, 10:58 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Akhir-akhir ini, curah hujan mulai meningkat. Karena itu, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang melakukan beberapa hal untuk mencegah terjadinya tanah longsor.

Mahasiswa KKN RDR ke-77 kelompok 120 ikut serta penanaman bibit pohon sengon, alpukat, nangka, dan durian di Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Acara yang diikuti oleh Suwignyo selaku Kepala Desa Wirogomo, Perangkat Desa Wirogomo, serta mahasiswa KKN RDR ke-77 kelompok 120 sebanyak 15 orang ini dilaksanakan pada Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Seperti Ini Pembangkit Listrik Portabel Inovasi Mahasiswa UNY

Dalam sambutannya, Suwignyo mengatakan, kegiatan ini dibantu oleh BPBD Kota Semarang yang telah menyumbangkan 1.340 bibit tanaman. Nantinya akan dibagikan ke setiap RT sejumlah 67 bibit tanaman.

"Kegiatan ini diadakan mengingat cuaca akhir-akhir ini sudah mulai hujan angin, serta gempa yang berturut-turut di Ambarawa-Salatiga," ujarnya seperti dikutip dari laman UIN Semarang, Kamis (4/11/2021).

"Selain itu Desa Wirogomo juga terletak di daratan tinggi yang rawan akan longsor. Maka marilah kita menanam bibit pohon," ajaknya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan semacam ini mampu mencegah terjadinya longsor yang ada di desa.

Selain itu penanaman tersebut juga bertujuan sebagai bentuk rasa cinta lingkungan.

Salah satu Anggota KKN RDR ke-77 kelompok 120 UIN Walisongo Semarang, Azi Zatul Hikmah mengatakan, dengan adanya kegiatan ini mampu menyadarkan masyarakat untuk menjaga dan merawat alam.

Tak hanya itu saja, dengan menanam pohon juga akan meningkatkan kadar oksigen yang ada di bumi.

Baca juga: Dari Aki Bekas dan Cat, Mahasiswa USU Hasilkan Energi Listrik

"Menanam satu pohon dapat memberikan satu kehidupan di masa depan. Karena hal itu sama saja seperti kita menabung oksigen bagi anak cucu kita kelak. Alam terjaga, manusia akan bahagia," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com