Kompas.com - 29/10/2021, 09:58 WIB
Ilustrasi rumput laut, budidaya rumput laut, rumput laut pakan ternak. Ahli usulkan pakan ternak seperti sapi, menggunakan rumput laut. Konsumsi rumput laut pada ternak akan mengurangi produksi gas metana yang dihasilkan dari kotoran ternak, yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca. SHUTTERSTOCK/divedogIlustrasi rumput laut, budidaya rumput laut, rumput laut pakan ternak. Ahli usulkan pakan ternak seperti sapi, menggunakan rumput laut. Konsumsi rumput laut pada ternak akan mengurangi produksi gas metana yang dihasilkan dari kotoran ternak, yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca.
|

KOMPAS.com - Saat ini, rumput laut Indonesia belum maksimal pemanfaatannya. Padahal, rumput laut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, kandungan karagenan yang banyak dipakai sebagai zat aditif pada makanan bahkan untuk obat hayati.

Demikian diungkapkan Prof. Dr. Aji Prasetyaningrum, S.T., M.Si., saat menyampaikan orasi pengukuhannya sebagai guru besar Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip), Kamis (28/10/2021).

Dijelaskan, berawal dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukannya membuat dirinya tergerak untuk mendalami potensi rumput laut.

Baca juga: Dosen UAD: Rumput Laut Jadi Tepung Gelatin dan Kapsul Halal

"Sangat disayangkan jika rumput laut Indonesia kurang maksimal dalam meningkatkan perekonomian," ujarnya seperti dikutip dari laman Undip.

Karenanya, Prof. Aji yang saat ini menjabat sebagai Ketua Laboratorium OTK dan Proses Teknik Kimia FT Undip menyarankan dilakukannya proses pengolahan untuk mendapatkan nilai keekonomian yang lebih baik.

Pengolahan rumput laut menjadi karagenan akan meningkatkan nilai ekonomi produk. Jika dijual dalam bentuk rumput laut kering harganya sekitar Rp 8.500/kg, sedangkan jika diolah menjadi karagenan semi murni nilai jual menjadi Rp 80.000/kg.

"Nilai ekonominya akan naik dua kali lipat menjadi Rp 160 ribu jika diproses menjadi karagenan," terangnya.

Menurutnya, tumbuhan laut yang kini banyak dibudidayakan masih menjadi komoditas yang prosesnya minimal sekali, ada yang dijual mentah ada juga yang menjualnya dalam bentuk kering jemur padahal kandungan yang tersimpan di dalamnya memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Hal lain yang perlu dicermati adalah kenyataan bahwa di sisi hilir, formulasi branding produk olahan yang berasal dari bahan mentah rumput laut masih sangat kurang.

"Padahal potensinya sangat besar karena pertumbuhan rumput laut di Indonesia sangat baik. Kondisi iklim dan letak geografis Indonesia dengan cahaya sinar matahari, arus, tekanan, kualitas air serta kadar garam yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan rumput laut sangat mendukung," ungkap dosen yang mengampu 9 mata kuliah ini.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.