Kompas.com - 28/10/2021, 14:10 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim dan Gubernur Edy Rahmayadi melakuka swafoto usai rapat koordinasi penyelenggatan PTM terbatas di Sumut, Senin (25/10/2021). Dok. Diskominfo SumutMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim dan Gubernur Edy Rahmayadi melakuka swafoto usai rapat koordinasi penyelenggatan PTM terbatas di Sumut, Senin (25/10/2021).
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Tiap tanggal 28 Oktober diperingati Hari Sumpah Pemuda. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah yang harus selalu diingat generasi muda bangsa Indonesia.

Sumpah Pemuda terbentuk akibat para pemuda-pemuda Indonesia untuk bersatu berjuang menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Adanya peristiwa itu juga berdampak bagi generasi muda hingga saat ini. Pasalnya dengan adanya peringatan Sumpah Pemuda melahirkan persatuan bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional.

Dalam peringatan hari Sumpah Pemuda tahun 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim berpesan agar masyarakat Indonesia terus mengingat tapak-tapak sejarah yang dilalui para pendahulu sebagai bekal membangun masa depan.

Baca juga: Jurusan Kedokteran Hewan, Ini Info Kuliah dan Prospek Kerjanya

Generasi muda harus maju

Menurut Nadiem, tapak demi tapak itu kini harus menjadi lompatan. Oleh karena itu, peringatan Sumpah Pemuda adalah hari kemenangan bagi semua.

"Hari di mana kita generasi muda Indonesia melompat bersama dengan rampak dan serentak," kata Nadiem dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diadakan baik secara daring dan luring, Kamis (28/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nadiem menegaskan, di momen ini, saatnya generasi muda jangan mundur lagi. Arahnya hanya satu yakni maju. Untuk mencapai itu menggunakan cara yakni dengan melompat bersama. Nadiem Makarim juga menyampaikan refleksi mengenai Sumpah Pemuda.

"Para pelajar seluruh Indonesia yang saya banggakan, bayangkan jika generasi pendahulu tidak menyatukan gagasan mereka tentang sebuah bangsa bersatu dan merdeka. Bayangkan jika sumpah pemuda tidak pernah dicetuskan dan diikrarkan oleh para pemuda penggerak bangsa," ungkap Nadiem.

Baca juga: Dosen Itera Dampingi Pengembangan Agroforestry Alpukat Siger

Generasi mida harus bangkit dan tumbuh

Generasi muda Indonesia, lanjut Nadiem, harus melompat sekarang karena mengejar ketertinggalan saja tidak cukup.

Setelah melewati masa yang penuh tantangan dan keterbatasan, inilah waktunya untuk bangkit dan tumbuh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.