Kompas.com - 25/10/2021, 18:36 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah) memperkenalkan calon-calon wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sebelum acara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Presiden memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah) memperkenalkan calon-calon wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sebelum acara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Presiden memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin memasuki tahun kedua pada akhir Oktober 2021.

Selama 24 bulan perjalanannya, tentu banyak pencapaian yang telah dilakukan, tetapi banyak juga sektor yang masih perlu dioptimalkan.

Baca juga: Guru Besar Unair: Orang Hidup Miskin Bukan karena Malas Kerja

Sebagai Pengamat Politik dari Unair, Fahrul Muzaqqi memberikan nilai moderat dengan skor antara lima hingga enam terhadap capaian kinerja pemerintah sejauh ini.

"Secara keseluruhan saya mengapresiasi kinerjanya walaupun masih di bawah ekspektasi atau harapan," kata dia melansir laman Unair, Senin (25/10/2021).

Dia menilai, keputusan Jokowi yang merangkul pihak oposisi pada jajaran kursi menteri, pada awalnya dinilai sebagai langkah positif untuk memperkuat kinerja pemerintah.

Akan tetapi, dalam implementasinya dia justru melihat progres capaian tidak terlalu istimewa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kekuatan oposisi sekarang ini lemah karena hampir semua pro kepada pemerintah. Namun, besarnya jumlah yang pro itu ternyata tidak menghasilkan kekuatan dan hasil kerja yang signifikan," ungkap dia.

Selain itu, berkaca pada laporan The Economist Intelligence Unit (EIU), Indeks Demokrasi Indonesia saat ini justru menunjukkan penurunan skor yang sebelumnya 6.43 di tahun sebelumnya menjadi 6.3.

"Angka itu menempatkan Indonesia berada di bawah Malaysia, Timor Leste, dan Filipina. Padahal, dengan besarnya kekuatan pemerintah sekarang harusnya kita bisa mencapai skor lebih tinggi," ucapnya.

Pencapaian baik kinerja Jokowi-Ma'ruf

Salah satu capaian yang dianggapnya baik adalah penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga: Unpad Mulai Jalani PTM Terbatas

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.