Kompas.com - 25/10/2021, 11:25 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mempunyai misi mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Profil Pelajar Pancasila.

Dalam hal ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) berupaya mewujudkan peserta didik yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Salah satunya dengan dukungan ekosistem sekolah yang kondusif dan saling mendukung.

Namun untuk mewujudkan misi tersebut bukanlah perkara mudah. Fakta di lapangan, saat ini permasalahan peserta didik di lingkungan sekolah masih terjadi.

Mulai dari kasus perundungan, kekerasan fisik, penyalahgunaan narkoba, perkelahian antarsekolah atau tawuran. Maupun kekerasan seksual yang terjadi antarpeserta didik maupun melibatkan pengajar.

Baca juga: Adaro Logistics Buka Lowongan Kerja D4/S1, Ayo Daftar

Kasus perundungan paling banyak dialami siswa SD

Merangkum dari laman Direktorat SD Kemendikbud Ristek, Minggu (24/10/2021), berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kasus perundungan terhadap anak-anak paling banyak dialami oleh siswa Sekolah Dasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada masa pandemi, permasalahan perundungan semakin merambah ke ranah daring. Peserta didik lebih rentan mengalami perundungan secara langsung maupun secara daring ketika lebih banyak beraktivitas menggunakan gawai.

Direktur SD Kemendikbud Ristek Sri Wahyuningsih menegaskan, Mendikbud Ristek pernah menyatakan bahwa hingga saat ini dunia pendidikan masih dibayang-bayangi oleh tiga dosa besar.

Baca juga: Mahasiswa, Ini Tips Menyukai Mata Kuliah yang Dibenci

Yakni intoleransi dan radikalisme, kekerasan seksual dan perundungan. Agar terwujud penyelenggaraan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan, perlu diupayakan pencegahan serta penanggulangan tindak kekerasan.

"Semua pihak harus bersama-sama melakukan pencegahan agar warga sekolah terhindar dari unsur-unsur atau tindak kekerasan," ujar Sri Wahyuningsih dalam acara Bimbingan Teknis Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Sekolah Dasar.

Tumbuhkan kehidupan pergaulan yang harmonis

Menurutnya, dengan mencegah tindak kekerasan di lingkungan sekolah, otomatis menumbuhkan kehidupan pergaulan yang harmonis, kebersamaan antarpeserta didik, antara peserta didik dengan pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua serta masyarakat.

Baca juga: Pakar Hukum Unair: Kekerasan Seksual di Kampus Merupakan Problem Nyata

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.