Kompas.com - 24/10/2021, 12:43 WIB
Ilustrasi melihat. shutterstockIlustrasi melihat.
|

KOMPAS.com - Seringkali, kita mudah menilai seseorang hanya dari luarnya saja. Padahal, apa yang baru kita lihat belum tentu menggambarkan utuh diri seseorang.

Ketika teman melakukan kesalahan atau tindakan yang kita rasa di luar dugaan, sebaiknya tidak buru-buru menghakimi. Setiap orang punya alasan versi dirinya masing-masing.

Melansir akun Instagram Universitas Islam Indonesia (UII), Dosen Psikologi FPSB UII Latifatul Laili, S.Psi., M.Psi., Psi., memberikan penjelasan.

Baca juga: Cara Atasi Serangan Panik ala Akademisi UII

Biasanya, orang mudah menilai orang lain. Atau 0,1 persen hal yang diketahui saja. Sedangkan 99,9 persen adalah hal yang tidak diketahui.

Kenapa yang ini bisa terjadi? Seseorang terjebak dalam sikap mudah menilai itu karena:

Otak manusia secara otomatis membuat asumsi setelah melihat perilaku orang lain untuk memahami dengan cepat alasan di balik perilaku tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Padahal, kita tidak bisa merasakan jika belum mengalaminya," ujarnya dikutip dari akun Instagram UII, Jumat (22/10/2021).

Untuk itulah Latifatul Laili memberikan saran agar kita belajar memahami, bukan berasumsi. Maka:

1. Ketahui dampak buruk

Ketahui dampak buruk dari cepat menilai orang lain seperti sulit menjalin pertemanan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.