Kompas.com - 17/10/2021, 09:24 WIB
Ilustrasi ayam. PIXABAY/DANGANHFOTOIlustrasi ayam.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Daging ayam termasuk komoditas pangan yang banyak diminati. Baik untuk keperluan rumah tangga atau untuk usaha kuliner.

Tak ayal lagi, bisnis ternak ayam konsumsi pun banyak dilakoni masyarakat. Baik itu ayam broiler, ayam petelur atau ayam kampung.

Namun bisnis ayam kampung masih dihadapkan pada persoalan permintaan pasar yang tinggi, namun penawaran rendah. Upaya peningkatan produksi ayam kampung perlu dilakukan agar dapat memenuhi permintaan pasar tersebut.

Menurut dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Sudaryati, ada beberapa perkiraan yang dapat dijadikan patokan dalam meningkatkan produksi ayam kampung.

Baca juga: Viral Foto Wisudawan ITS di Makam Orangtua, Begini Kisah Sebenarnya

Kondisi fisik ayam untuk perkiraan produksi

Tampilan atau kondisi fisik tubuh ayam merupakan faktor pertama yang dapat digunakan untuk memperkirakan produksi ayam kampung. Dia menerangkan, perkiraan tampilan produksi bobot badan dapat dilakukan melalui beberapa ciri fisik, seperti:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Warna bulu
  • Panjang shank
  • Lebar dada
  • Panjang badan
  • Bentuk jengger

"Selain itu, catatan hasil perkawinan ayam juga perlu diperhatikan untuk mendapatkan calon indukan yang benar-benar unggul," ungkap Sri Sudaryati seperti dikutip dari situs Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (15/10/2021).

Persilangan bisa tingkatkan produksi ayam kampung

Menurut penelitian yang dilakukannya, ayam dengan warna bulu putih kurang bagus daripada hitam. Ayam berbulu hitam berbobot lebih berat dan penampilannya lebih tinggi. Sedangkan ayam berbulu putih memiliki bentuk badan yang lebih kecil.

Baca juga: Bank Danamon Buka Lowongan Kerja Lulusan D3-S1, Buruan Daftar

Biomolekuler juga dapat digunakan untuk menentukan genetik ayam. Kombinasi penampilan tubuh dan hasil penentuan genotip dari biomolekuler dapat digunakan untuk perkiraan hasil produksi bobot badan yang lebih akurat dan lebih cepat.

Sudaryati menerangkan, persilangan antara ayam jantan kampung dan betina ras petelur dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi ayam kampung. Persilangan ini menghasilkan ayam super/joper/kamper.

"Dalam usaha mendapatkan ayam super tersebut harus diingat adanya male line dan female line," kata Sri.

Garis keturunan ayam pengaruhi produksi

Sri menyebut jika garis keturunan jantan harus memiliki daya hidup yang tinggi, telur besar, dan berat badan bagus. Sebab, sifat-sifat tersebut akan menurun pada anaknya.

Baca juga: Cermati Jenis Sertifikat Lomba yang Bisa Dilampirkan di SNMPTN

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.