Kompas.com - 16/10/2021, 14:05 WIB
Lulus kuliah di usia 19 tahun, Jasmine Athifa Azzahra bersama orangtuanya usa mengikuti prosesi wisuda ke-124 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Tangkap layar laman ITSLulus kuliah di usia 19 tahun, Jasmine Athifa Azzahra bersama orangtuanya usa mengikuti prosesi wisuda ke-124 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
|

KOMPAS.com - Belum genap berusia 20 tahun, tetapi mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini berhasil menyelesaikan studinya.

Jasmine Athifa Azzahra mengikuti wisuda ke-124 ITS pada usia 19 tahun 9 bulan dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,53. Dia pun menyandang predikat sebagai wisudawan termuda di prosesi wisuda kali ini.

Jasmine mengaku memulai pendidikan di taman kanak-kanak (TK) pada usia 3,5 tahun. Kemudian, di usia 5,5 tahun Jasmine sudah mulai menduduki bangku sekolah dasar (SD), dan menjadi siswa termuda dibandingkan teman-teman sekolah sebayanya saat itu.

Baca juga: Jaga Kesehatan Mata, Seperti Ini Rekomendasi Screen Time pada Anak

Selalu ikut program akselerasi saat sekolah

Dia kemudian melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Malang melalui program akselerasi.

"Saat masuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Malang, saya juga mengambil program akselerasi dan lulus dalam kurun waktu dua tahun," kata Jasmine seperti dikutip dari situs resmi ITS, Sabtu (16/10/2021).

Dia menerangkan, memilih melanjutkan studi ke Teknik Sistem dan Industri ITS dan lolos melalui jalur SBMPTN. Jasmine memilih Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS karena selama sekolah, ia tertarik untuk mempelajari ilmu sistem dan industri.

"Waktu melihat ranking tiap universitas untuk jurusan Teknik Sistem dan Industri, ITS ada di ranking atas. Saya memutuskan untuk mengambil TI di ITS," ungkap putri pasangan Hanieful Athhar dan Annisa Kesy Garside ini.

Baca juga: Mahasiswa UMM Olah Kulit Kacang Tanah untuk Obat Alternatif Asam Urat

Tantangan jadi mahasiswa paling muda

Disinggung mengenai motivasi melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi di usia muda, Jasmine mengaku motivasi terbesarnya adalah membahagiakan dan membanggakan orangtua.

Meski awalnya iseng saat mendaftar program akselesari, ternyata orangtuanya sangat mendukung.

Jasmine mengaku banyak tantangan yang dirasakan menjadi mahasiswa paling muda dibanding teman-teman satu angkatannya. Selain harus lebih rajin dan berusaha keras untuk menyeimbangkan diri dengan teman-temannya, ada tantangan dalam bersosialisasi, yakni perlu bersikap lebih dewasa dan mandiri.

Jasmine menjelaskan, ketertarikannya pada bidang ilmu yang diminati pada jurusannya yakni keilmuan optimasi, statistik, dan simulasi.

"Tapi fokus saya lebih ke optimasi, saya tertarik karena keilmuannya menantang dan aplikasinya ada di banyak sektor industri," terangnya.

Baca juga: Bank Danamon Buka Lowongan Kerja Lulusan D3-S1, Buruan Daftar

Aktif berorganisasi saat kuliah

Karena ketertarikannya di bidang ilmu tersebut, Jasmine pernah bergabung menjadi Asisten Laboratorium Pemodelan Quantitatif dan Analisa Kebijakan Industri yang lebih dikenal dengan sebutan laboratorium QMIPA.

"Saya menjadi sekretaris selama satu semester. Selain itu, juga membantu dosen di kelas untuk membuat soal latihan, asistensi tugas besar, dan tutor di luar kelas," paparnya.

Selain aktif di bidang ilmu yang diminati, Jasmine juga aktif dalam beberapa organisasi keagamaan. Persis dengan latar belakang sekolahnya, ia sangat berminat dengan organisasi agar bisa mengembangkan diri khususnya sebagai muslimah yang lebih baik.

"Saya sempat jadi staf di JMMI (Jamaah Masjid Manarul Ilmi ITS) dan organisasi Islam di TI," katanya.

Untuk menyelesaikan studi S1-nya, Jasmine membuat skripsi dengan judul "Optimization of LPG Distribution Route Using Variable Neighborhood Tabu Search Algorithm". Secara umum, tugas akhir ini meneliti mengenai rute distribusi yang belum ada perencanaannya yang menyebabkan biaya dikeluarkan perusahaan menjadi lebih tinggi.

Dalam penelitian ini, Jasmine menawarkan algoritma metaheuristik yang bisa menyusun rute terpendek untuk distribusi tersebut. Keunggulannya, algoritma ini relatif cepat dibanding yang lain.

"Biaya dari rute yang dihasilkan juga jauh lebih kecil dari keadaan sekarang ketika tanpa ada perencanaan," imbuhnya.

Baca juga: Psikolog UGM Tekankan Pentingnya Dampingi Masa Golden Age Anak

Jasmine berpesan untuk para mahasiswa lainnya agar tetap semangat menjalani kuliah daring. "Semoga lancar terus kuliahnya dan tetap semangat belajar, semoga ilmunya bermanfaat," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.