Kompas.com - 07/10/2021, 05:51 WIB
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim saat memantau pelaksanaan PTM terbatas di SD Muhammadiyah Jogokariyan, Yogyakarta. Tangkap layar laman Direktorat SD Kemendikbud RistekMendikbud Ristek Nadiem Makarim saat memantau pelaksanaan PTM terbatas di SD Muhammadiyah Jogokariyan, Yogyakarta.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim menegaskan sejumlah dampak negatif jika Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan dalam jangka waktu berkepanjangan.

Misalnya potensi memudarnya capaian belajar (learning loss). Hingga memburuknya kesehatan psikis anak-anak Indonesia akan semakin besar.

Untuk mencegah kekhawatiran itu, pemerintah terus mendorong terselenggaranya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Baca juga: Dankos Farma Buka Lowongan Kerja bagi D3 Fresh Graduate 

Satu generasi kehilangan setahun pembelajaran

Namun kebijakan ini juga dilakukan dengan perhitungan matang, seperti satuan pendidikan perlu memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan strategi pengendalian Covid-19 di sekolah.

"Kalangan anak-anak kemungkinan besar kehilangan antara 0,8 sampai 1,2 tahun pembelajaran. Jadi seolah-olah satu generasi kehilangan hampir setahun pembelajaran di masa ini," kata Nadiem seperti dikutip dari laman Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud Ristek, Rabu (6/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nadiem menerangkan, banyak anak-anak terdampak kesehatan jiwanya akibat pandemi. Menurutnya, banyak anak-anak Indonesia yang kesepian dan trauma dengan situasi ini. Begitu juga dengan orangtuanya.

Baca juga: Yuk Simak 6 Cara Belajar Efektif ala Maudy Ayunda

Sejak 2020, Kemendikbud Ristek terus melakukan advokasi ke berbagai daerah yang telah diperbolehkan menggelar PTM terbatas. Satuan pendidikan bisa segera menyelenggarakan PTM terbatas dengan persiapan matang dan sistem pengendalian yang baik.

"Sudah 40 persen sekolah mulai tatap muka terbatas, tapi ini angkanya masih kecil. Kalau tidak mau makin ketinggalan. Kita harus tatap muka dengan protokol kesehatan paling aman yang bisa dilakukan," ungkap Nadiem.

Sekolah wajib menaati panduan PTM terbatas

Nadiem menekankan, sekolah wajib memahami dan menaati panduan PTM Terbatas di dalam Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Kita harus terus waspada akan penyebaran Covid-19 dan memastikan protokol kesehatan tetap terjaga. Namun, kita juga harus memperhatikan dampak permanen PJJ yang mengkhawatirkan," imbuh Mendikbud Ristek.

Baca juga: 3 Profesi Penting yang Masih Sepi Peminat di Indonesia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.