Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

Hari Cerebral Palsy Sedunia, Kiat Mendidik Anak Cerebral Palsy

Kompas.com - 06/10/2021, 20:32 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Muhchamad Haris Tarmidi | Fasilitator Program Pintar Tanoto Foundation

KOMPAS.com - Tidak banyak yang mengetahui, hari ini kita memperingati Hari Cerebral Palsy Sedunia. Cerebral palsy adalah gangguan yang mempengaruhi gerakan motorik, postur dan koordinasi tubuh.

Cerebral, berasal dari kata Cerebrum, artinya area terkenanya ada di otak. Palsy, mengacu pada cedera otak yang mempengaruhi gangguan gerakan.

Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia seperti anak dengan cerebral palsy semakin hari semakin berkembang. Masyarakat dan pemerintah semakin perhatian dan peduli dengan pendidikan untuk mereka.

Anak dengan cerebral palsy

Cerebral palsy (CP) adalah disabilitas fisik atau motorik yang paling umum terjadi pada anak. Angka kejadian cerebral palsy berkisar 2-3 per 1.000 kelahiran hidup (Dursun, 2004).

Kebanyakan anak-anak dengan CP lebih banyak berjenis CP Spastik. CP Spastik menyebabkan kekakuan pada otot dan kesulitan bergerak.

Namun demikian CP juga tidak melulu nemakai kursi roda. Ada beberapa penyandang CP dapat berjalan secara mandiri meskipun harus memakai alat bantu gerak.

Satu hal yang perlu juga kita ketahui bersama. Bahwa CP bukanlah gangguan non-degenaratif dan non-progresif. Artinya, gangguan motorik dan otak yang dialami tidak akan bertambah parah seiring berjalannya waktu.

Selain itu cerebral palsy, bukanlah termasuk disabilitas intelektual. Sehingga penyandang CP tidak akan mengalami gangguan kognitif.

Baca juga: Kenali Gangguan Tulang yang Sering Dialami Anak Cerebral Palsy

Pendidikan untuk anak cerebral palsy

Penanganan pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) ditangani secara serius oleh pemerintah. Bahkan telah ada payung hukum dalam pendidikan khusus tersebut.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.