Survei Tanoto Foundation: 95 Persen Orangtua dan Guru Inginkan Belajar Tatap Muka

Kompas.com - 05/10/2021, 16:30 WIB
Tangkapan layar Webinar Persiapan PTM Terbatas yang digelar Tanoto Foundation, Selasa (5/10/2021). DOK. TANOTO FOUNDATIONTangkapan layar Webinar Persiapan PTM Terbatas yang digelar Tanoto Foundation, Selasa (5/10/2021).

 

KOMPAS.com - Survei kesiapan sekolah menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang dilakukan Tanoto Foundation selama Juni – Juli 2021, menunjukkan sebanyak 95 persen orangtua dan guru mendukung anak-anak kembali ke sekolah.

Survei dilakukan terhadap 7.013 orang responden terdiri dari kepala sekolah, guru, orangtua, termasuk siswa dari 842 sekolah mitra Program Pintar Tanoto Foundation yang tersebar di 25 Kabupaten Kota di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.

Survei yang dirilis tersebut mencakup indikator pemenuhan daftar periksa sekolah, perencanaan guru dan kepala sekolah terhadap PTM terbatas yang di dalamnya terdapat kurikulum, metode, penjadwalan, dan vaksinasi.

“Selain indikator di atas, kami juga menanyakan bagaimana persepsi orangtua dan siswa terhadap PTM terbatas,” ujar Margaretha Ari Widowati, Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation dalam acara Webinar Persiapan PTM Terbatas, Selasa, (5/10/2021).

Data ini menunjukkan orangtua dan siswa berkeinginan PTM terbatas dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dan para guru telah divaksinasi.

Namun, data dari Kemendikbud Ristek pada 27 September 2021 menunjukkan banyak sekolah belum siap dalam menjamin keamanan kesehatan siswa, termasuk hanya 1 dari 2 sekolah menyatakan ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan.

Data ini sejalan dengan hasil survei Tanoto Foundation yang menunjukkan lebih dari 50 persen orangtua masih meragukan kesiapan guru dalam memfasilitasi penerapan pembelajaran campuran.

Hanya 1 dari 4 guru menggunakan kurikulum darurat (khusus) yang dianjurkan oleh Kemdikbudristek. Tiga dari empat guru mengharapkan pengembangan skill profesional tentang Strategi, Metode dan Model Pembelajaran campuran (Blended Learning).

Baca juga: 99 Persen Pondok Pesantren Sudah Adakan PTM Terbatas

3 rekomendasi dan prinsip kehati-hatian

“Apa yang didapat dari survei ini, kami memberikan tiga rekomendasi. Yang pertama adalah memberikan pemahaman kepada guru, untuk lebih fokus membangun pondasi kecakapan guru di masa kurikulum darurat ini,” kata Ari.

Rekomendasi kedua adalah dampingi kepala sekolah dalam menerapkan pemenuhan kesiapan PTM terbatas, termasuk hal-hal yang diwajibkan Kemendikbudristek.

“Salah satunya membantu kesulitan yang dihadapi kepala sekolah, aktifkan Satgas Covid-19 di sekolah, dan juga melibatkan partisipasi masyarakat,” tambahnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.