KOMPAS.com - Sebelas perwakilan dari Kementerian Pendidikan Se-Asia Tenggara berkumpul untuk membahas program pemajuan pendidikan bahasa di Asia Tenggara pada Rabu [22/9/2021].
Program yang menjadi bahasan, diantaranya penelitian terkait kebijakan bahasa dan pendidikan bahasa, serta Klub Literasi Sekolah Asia Tenggara.
Merujuk pada keberagaman bahasa dan budaya di Asia Tenggara serta adanya dorongan globalisasi, Kemendikbud Ristek melalui Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara (SEAMEO), berpartisipasi dalam pemajuan literasi di Asia Tenggara.
Upaya yang dilakukan diantaranya dengan mengajukan program berbasis penelitian dan pengembangan kompetensi, pengembangan literasi sekolah, dan kegiatan terkait kebahasaan melalui forum yang melibatkan sebelas perwakilan Kementerian Pendidikan di Asia Tenggara.
Salah satu working paper yang dibahas adalah tentang Klub Literasi Sekolah (KLS).
Kondisi Literasi
Di Indonesia, perkembangan kemajuan literasi harus didukung semua pihak.
Berdasarkan PISA (Programme Internasional for Student Assesment) 2019, skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara, skor matematika di peringkat 72 dari 78, dan skor sains di peringkat 70 dari 78 negara.
Skor PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study), Indonesia berada pada level 41 dari 45 peserta PIRLS dengan skor 405.
Baca juga: Penutupan Felsi 2021: Pesan Meningkatkan Literasi dan Menemukan Renjana
Kondisi mengenai literasi sangat memperihatinkan, hal ditunjukkan dengan berbagai data di atas yang menjelaskan, sebagai berikut: rendahnya literasi untuk pendidikan di Indonesia, belum banyak kerja sama kelembagaan, dan belum terbentuknya sistem terintegrasi.
Literasi dibutuhkan dalam berbagai kondisi, sehingga pemaknaan literasi dapat bermanfaat dalam kehidupan yang ada.
Perkembangan era teknologi, pada revolusi industri tahap 4, dikembangkan kemampuan yang berkaitan dengan literasi, yaitu: literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia.
Semua komponen dalam revolusi industri menjadikan peluang pada pengembangan kebijakan dan program strategis untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rendahnya literasi baca tulis di Indonesia dapat menyebabkan berbagai akibat, diantaranya: budaya membaca dan menulis yang masih rendah, pola berpikir masih rendah (LOTS), dan kurang mengasah atau mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif, dan kreatif (4C).
Berdasarkan data di atas tentang literasi dan beberapa komponen yang berkaitan dengan literasi maka peningkatan literasi melalui sistem terintegrasi menjadi hal yang penting.
Beberapa pertimbangan yang dilakukan dalam mengembangkan literasi dapat dijelaskan bahwa diperlukan pendekatan sistemik dan melakukan kerja sama dengan semua pihak untuk pelaksanaannya.
Diperlukan upaya kerja sama semua pihak mewujudkan program literasi merata dan berkualitas, sehingga pengembangan komitmen ekosistem pendidikan berjalan dengan baik.
Literasi memberikan lompatan strategis untuk pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Pada kondisi ini terjadinya dukungan kebijakan literasi, peningkatan program literasi dan kampanye literasi. Upaya peningkatan literasi membaca dan menulis dilakukan secara berkelanjutan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Pendekatan Penta/Heksa Helix dengan melibatkan unsur pemerintah, wiraswasta, akademisi, komunitas, dan media, akan menunjukkan dampak yang lebih besar. Semua pihak memiliki tanggungjawab dan peran masing-masing untuk memberikan kontribusi atas kemajuan literasi.
Baca juga: Pemuda 5 Wilayah Indonesia Timur Didorong Jadi Penggerak Literasi Digital
Program pelaksanaan Klub Literasi Sekolah menjadi solusi strategis untuk melakukan program peningkatan literasi membaca dan menulis.
Program ini sejalan dengan Kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, yaitu memberikan kesempatan kepada mahasiswa mendapatkan pengalaman selama 3 semester diluar kampus.
Pada tahap pertama pelaksanaan Klub Literasi Sekolah dilakukan di 12 Provinsi, dengan mahasiswa 205 orang, dengan jumlah siswa lebih dari 1.900 orang, melalui kerja sama dengan 17 perguruan tinggi.
Pelaksanaan Klub Literasi Sekolah dilakukan dengan pengembangan aktivitas berbasis peminatan, diantaranya peminatan drama, jurnalistik, dan karya sastra.
Secara umum, peserta kegiatan merasa sangat bermanfaat dan terjadi perubahan kebiasaan, terutama dalam membaca buku dan membuat karya jurnalistik.
Pelaksanaan Klub Literasi Sekolah dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi sekolah tersebut.
Berdasarkan hasil pelaksanaan KLS, diharapkan dapat diperluas kerja sama dan cakupan sasaran sekolah, siswa, guru, dan mahasiswa yang melakukan pembimbingan pada kegiatannya.
Secara waktu pelaksanaan, selama kurang lebih 4 bulan, variasi program dan pendekatan project based learning (PBL) serta collaborative learning menjadi sesuatu yang tepat.
Semua dukungan dan kerja sama memberikan dorongan yang aktif untuk memajukan literasi di Asia Tenggara.
Semoga tahun 2021 dengan pengukuran PISA, maka peringkat dan kemajuan literasi di Indonesia lebih baik dan memberikan motivasi kepada daerah-daerah untuk terpacu menjalankan program-program literasi, baik literasi membaca menulis, numerasi, sains, digital, keuangan, dan lainnya.
Semua pemajuan literasi memberikan dampak positif untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.