Lomba Debat Nasional Resmi Dibuka, Ajak Siswa Berani Bicara Positif untuk Indonesia

Kompas.com - 05/10/2021, 09:49 WIB
Pembukaan lomba debat siswa nasional LDBI dan NSDC dilakukan secara daring di Bandung, Senin (4/10/2021). DOK. PUSPRESNASPembukaan lomba debat siswa nasional LDBI dan NSDC dilakukan secara daring di Bandung, Senin (4/10/2021).

KOMPAS.com - Kemendikbud Ristek melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) kembali menggelar Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National Schools Debating Championship (NSDC).

Dua ajang talenta ini merupakan ajang katalis yang sangat penting untuk melatih dan memberikan pengalaman para siswa berbakat dalam mengaktualisasikan prestasinya di bidang debat.

LDBI dilaksanakan sejak tanggal 3-9 Oktober 2021 dengan peserta 3.207 siswa, sedangkan NSDC dilakukan secara pararel mulai tanggal 11-17 Oktober 2021 diikuti oleh 2.150 siswa dari 34 provinsi dan 7 SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri).

Tahun ini, SILN yang mengikuti LDBI dan NSDC tingkat provinsi yaitu SILN Singapura, Kinabalu dan Kuala Lumpur-Malaysia, Bangkok-Thailand, Cairo serta Riyadh dan Jeddah-Arab Saudi.

Siswa SILN yang lolos ke tingkat nasional berasal dari Kuala Lumpur, Riyadh dan Jeddah. Dari seleksi tingkat provinsi, dipilih sebanyak 105 siswa untuk melanjutkan kompetisi setiap ajang, baik LDBI dan NSDC.

Pada tahun ini, LDBI dan NSDC mengusung tema "Speak of Your Mind, Speak for Indonesia".

“Ini adalah satu tema yang mengharu-biru, mendorong semangat dari adik-adik semua untuk terus bisa berbicara dengan argumentasi yang baik untuk Indonesia,” imbuh Asep Sukmayadi, Plt. Kepala Puspresnas.

Baca juga: Asah Kreativitas di Bidang IT, Diginusa Bersama Asus Indonesia Adakan Kompetisi IT Nasional antar Sekolah

 

Asah kompetensi berpikir kritis

Asep Sukmayadi, dalam pembukaan yang dilakukan secara daring di Bandung, Senin (4/10/2021), mengatakan, LDBI dan NSDC ini telah diselenggarakan secara rutin lebih dari satu dekade.

"Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, konstruktif, dan responsif terhadap isu-isu aktual yang sedang berkembang, baik nasional maupun internasional," ungkap Asep.

Selain itu, melalui ajang ini juga diharapkan agar secara konsisten berafiliasi untuk berpartisipasi di ajang debat bahasa Inggris internasional.

“Dengan ajang ini kita juga bisa temukan talenta-talenta terbaik yang mumpuni yang kita bisa siapkan untuk berlaga di kancah internasional, dan membawa nama baik Indonesia sebagaimana setiap tahun secara konsisten kita ikuti,” katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.