Kompas.com - 03/10/2021, 22:12 WIB
Siswa wajib disiplin prokes Covid-19 sebelum mengikuti PTM terbatas di Kota Magelang. KOMPAS.COM/IKA FITRIANASiswa wajib disiplin prokes Covid-19 sebelum mengikuti PTM terbatas di Kota Magelang.
|

KOMPAS.com - Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin mengungkapkan, data yang dihimpun dari Juli 2021, sebanyak 99 persen pesantren sudah aktif melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Sedangkan 1 persen masih memilih untuk tidak mau melakukan tatap muka. Menurut Abdul, PTM terbatas di lingkungan madrasah dan pondok pesantren dilaksanakan dengan berbagai cara dan sesuai dengan SKB 4 Menteri.

"Pesantren yang diperbolehkan tatap muka terbatas adalah pesantren yang bisa menjaga diri dan berada dalam zona aman. Selain itu, yang memenuhi daftar periksa sesuai dengan SKB 4 Menteri," kata Abdul seperti dikutip dari laman Direktorat SD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Minggu (3/10/2021).

Abdul menyatakan, pelaksanaan tatap muka pun bermacam-macam. Ada yang sudah 100 persen tatap muka tapi ada juga yang baru 70 persen. Satuan pendidikan juga masih menggunakan sistem shift atau dibagi-bagi rombongan belajar saat pelaksanaan PTM terbatas.

Baca juga: Prospek Kerja Lulusan Sastra Inggris dan Pilihan Kampusnya

Pandemi berdampak besar pada pondok pesantren

Abdul Ghaffar Rozin menjelaskan, ada pula pesantren yang melakukan pembelajaran secara hybrid yaitu melalui tatap muka dan juga daring.

Menurut dia, pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama tercatat sebanyak 23.370 pesantren tersebar di seluruh Indonesia.

Abdul Ghaffar mengaku, pandemi Covid-19 memberikan dampak efek luar biasa pada pesantren. Seperti yang diketahui secara infrastruktur pesantren memiliki standar kesehatan yang masih rendah.

Selain itu secara ekonomi, pesantren juga turut terdampak. Sejak awal pandemi, lanjut Abdul Ghaffar, satuan pendidikan agama dan pondok pesantren sudah bekerja keras.

Semua dikerahkan membantu Satgas Covid-19, melakukan sosialisasi terkait Covid-19 dan membuat protokol kesehatan serta membuat satgas di pesantren.

"Pandemi ini banyak mengganti proses pendidikan di pesantren. Apalagi tradisi pesantren itu dilakukan secara tatap muka. Dimulai dari para santri bangun sampai tidur lagi, kegiatannya berkerumun dan tatap muka," ujar Ahmad Ghaffar.

Baca juga: SMA Terbaik di DIY Berdasarkan Rerata Nilai UTBK 2021

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.