Kompas.com - 02/10/2021, 09:14 WIB
Ilustrasi stunting pada anak. ShutterstockIlustrasi stunting pada anak.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Gagal tumbuh atau gagal kembang pada anak biasa disebut stunting menjadi sesuatu yang harus diperhatikan.

Tidak hanya tugas dari pemerintah untuk menanggulangi masalah stunting ini. Namun semua pihak termasuk kalangan remaja bisa turut serta memutus rantai stunting.

Terkait upaya pencegahan stunting di Indonesia, Tanoto Foundation meluncurkan
buku pencegahan stunting untuk remaja yang ditulis oleh 16 mahasiswa-mahasiswi yang
tergabung dalam Tanoto Scholars Association.

Buku berjudul ‘Cegah Stunting Sebelum Genting: Peran Remaja Dalam Pencegahan Stunting’ merupakan upaya Tanoto Foundation dalam mendukung target pemerintah Indonesia untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Baca juga: 5 Situs Kursus Online untuk Tingkatkan Skill, Cocok bagi Mahasiswa

Banyak remaja terkena anemia

Menurut data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukkan bahwa kasus stunting di Indonesia mencapai 27,7 persen yang artinya sekitar 1 dari 4 anak balita atau lebih dari 8 juta anak mengalami stunting.

Ahli gizi nasional sekaligus Indonesia Asosiasi Ahli Gizi Olahraga (ISNA) Rita Ramayulis menerangkan, mencegah stunting dalam hal ini bukan hanya tanggung jawab ibu hamil atau ibu yang memiliki bayi saja. Tetapi kalangan remaja juga mempunyai andil mencegah stunting di Indonesia.

Menurut Rita, salah satu upaya yang bisa dilakukan remaja khususnya remaja putri dalam mencegah stunting adalah mengubah perilaku hidupnya menjadi ke arah yang lebih sehat.

Sehingga jika menikah dan mempunyai anak, tubuh calon ibu sudah siap untuk mengandung.

"Data dari Riskesdas 2018, sebanyak 32 persen atau 3-4 dari 10 remaja mengalami anemia. Jangan anggap ringan gejala anemia ini. Jika kondisi ini terus terjadi, saat menikah dan punya anak, janin dalam kandungan tidak akan mendapatkan gizi yang cukup," ucap Rita dalam acara peluncuran buku ‘Cegah Stunting Sebelum Genting: Peran Remaja Dalam Pencegahan Stunting’ yang diadakan secara virtual Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Seperti Ini Peran dan Tugas UKS Saat PTM Terbatas

Anemia pada remaja perempuan akan mempunyai efek jangka panjang bahkan ketika mereka menjadi ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.