Kompas.com - 01/10/2021, 13:00 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) meluncurkan program Ayo Kursus yang menyasar 24.000 anak usia sekolah yang tidak bersekolah di bawah usia 25 tahun. Dok. KemendikbudKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) meluncurkan program Ayo Kursus yang menyasar 24.000 anak usia sekolah yang tidak bersekolah di bawah usia 25 tahun.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyebut, saat ini Indonesia mendekati ranking tertinggi pengangguran terbanyak di usia 17-25 tahun.

Guna menekan angka pengangguran, Kemendikbud Ristek melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan (DitSuslat), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) meluncurkan program Ayo Kursus 2021.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan capaian belajar, serta sebagai alternatif pembelajaran yang berkualitas guna menciptakan SDM yang sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Baca juga: Kominfo-DQLab UMN Buka Pelatihan Data Science Gratis untuk Umum

Solusi kurangi pengangguran muda

Direktur Kursus dan Pelatihan, Wartanto, menjelaskan bahwa Ayo Kursus menjadi jembatan untuk anak-anak melakukan reskilling dan upskilling.

Dengan mengikuti program ini, peserta akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya dan memiliki keterampilan baru sesuai dengan kebutuhan DUDI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kompetensi dimiliki harus sesuai dengan kebutuhan industri. Maka kerja sama itu melahirkan kurikulum dibangun bersama industri, pendidiknya dibimbing industri, sarananya sesuai kebutuhan industri, programnya sesuai dengan industri, sehingga lulusannya sesuai dengan industri," ujarnya pada Silaturahmi Merdeka Belajar episode 9 yang bertajuk “Program Ayo Kursus, Tingkatkan Kompetensi untuk Berkompetisi", seperti dirangkum dari laman Kemendikbud Ristek.

Sehingga itu, lanjut dia, angka pengangguran bisa ditekan, di samping meningkatkan jumlah wirausaha dan memperbanyak anak-anak yang telah lulus agar dapat bekerja.

Baca juga: BCA Buka Magang Bakti 1 Tahun untuk Lulusan SMA-SMK, D3 dan S1

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Triwulan 1 tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia turun 0,74 persen jika dibandingkan dengan Triwulan 1 tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.

Kondisi tersebut disebabkan karena semakin bertambahnya angka pengangguran, banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pekerja karena banyak perusahaan yang terpaksa tutup akibat terus menerus mengalami kerugian.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak usia sekolah atau putus sekolah, untuk kembali mendapatkan pendidikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.